Polisi Tangkap Pembuat Senjata Pen Gun

0
182

CIANJUR, patas.id – Satreskrim Polres Cianjur mengamankan senjata pen gun dalam penangkapan tiga pelaku penjual dan pembeli senjata api rakitan yang merupakan pengembangan atas kasus sebelumnya.

Senjata tersebut tampak seperti pulpen pada umumnya, sehingga tak akan ada yang menyangka jika barang tersebut membahayakan.

Asep Mulyana (42 tahun), seorang pembuat pen gun mengatakan ia butuh waktu satu bulan untuk mengerjakan senjata jenis pen gun. 

“Senjata ini memang susah dibuat, karena harus mirip dengan pulpen supaya tidak dicurigai senjata api. Pengerjaannya bisa sebulan,” katanya saat gelar perkara di Mapolres Cianjur, Selasa (3 Oktober 2017).

Menurutnya, senjata yang cara kerjanya dimasukan peluru kecil satu per satu dan ditembakan setelah menekan pemicu layaknya bagian pulpen tersebut dijual Rp 300 ribu. “Pelurunya satu per satu, seperti one shoot one gun lainnya,” kata dia.

Asep mengaku belum melakukan pengetesan mengenai jarak tembak dari pen gun ini, sehingga dia juga tak mengetahui pasti seberapa berbahaya efek dari pelurunya. “Jarak tembak efektifnya belum tahu, belum dicoba secara detil. Saya hanya menerima pesanan untuk dibuatkan,” ucap dia.

Selain senjata unik tersebut, dia membuat senjata api lainnya. Dia mengaku butuh waktu dua bulan untuk membuat senpi jenis revolver. “Saya juga buat peluru dengan alat yang ada di rumah. Satu peluru itu satu hari, paling lama dua hari,” kata dia.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mengatakan bahwa setelah mengamankan para pelaku pembuat senjata api ilegal pihaknya juga mengamankan para pemesan dan pembeli.

“Penangkapan ini berlanjut dari pengembangan terhadap pelaku dan jaringan yang telah ditangkap sebelumnya. Kami tangkap mereka tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Total yang kami amankan ada 10 orang,” kata Benny.

Menurutnya, salah seorang pelaku merupakan perangkat desa di Sukabumi. “Ini sedang kami dalami, termasuk peredarannya. Tidak menutup kemungkinan akan ad pelaku lainnya,” ucap dia. (isl)

Comments

comments