Nasib Dedi Mulyadi Masih Menggantung

0
136

JAKARTA, patas.id – Seribuan kader Partai Golkar dari berbagai daerah di Jawa Barat menyemut di halaman Kantor DPP Partai Golkar, Senin (2 Oktober 2017). Mereka meminta DPP segera menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai Calon Gubernur Jawa Barat pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018.
Farid Rahman, Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DPD Partai Golkar Jawa Barat dalam orasinya menyampaikan bahwa Dedi Mulyadi adalah sosok pemimpin terbaik milik Partai Golkar yang mendapat dukungan untuk menjadi calon gubernur.

“Kami datang ke Jakarta untuk memberi dukungan agar Kang Dedi Mulyadi segera ditetapkan me jadj satu-satunya calon gubernur dari Partai Golkar,” ujar Farid.

Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid, menjamin pihaknya akan menetapkan Calon Gubernur Jawa Barat sesuai juklak dan juknis partai. Dia menghargai keinginan para kader Jawa Barat yang menginginkan Dedi Mulyadi segera ditetapkan sebagai calon.

“Kami menjamin DPP akan memutuskan yang terbaik. Jika rakyat menyatakan Dedi Mulyadi yang terbaik, maka DPP pasti mendukung pilihan yang terbaik,” ujar Nurdin.

Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa untuk Pilkada Jawa Barat belum akan ditetapkan hari ini. Namun, dia menjamin DPP akan mengutamakan kader partai sendiri sebagai calon.

“Kalau penetapan calon tidak hari ini, tapi kami menjamin bahwa partai akan memilih kader sendiri untuk Pilgub Jawa Barat,” kata dia.

Idrus mengatakan, sangat mudah untuk menetapkan calon, namun tujuan DPP tidak hanya itu. “Kami ingin menetapkan calon yang bisa menang,” kata Idrus.

Sementara itu, Dedi Mulyadi, berharap proses pilkada ini tidak dijadikan ajang untuk memecah-belah Partai Golkar. Dia mengaku ingin menjaga elektabilitas Partai Golkar di Jawa Barat yang paling tinggi, di tengah-tengah elektabilitas secara nasional yang terpuruk.

“Jadi biarkan orang Jawa Barat yang ngurus soal Partai Golkar di Jawa Barat, orang di luar Jawa Barat jangan turut campur,” kata Dedi. (daz)

Comments

comments