Tentara Indonesia dan Amerika Latihan Bareng di Sukabumi

0
221

SUKABUMI, patas.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat mengakhiri latihan bersama United State Army di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (29 September 2017). Bertempat di Lapang Bataliyon Infanteri 310 Kidang Kancana dan di Desa Cibenda Kecamatan Ciemas, latihan bersama digelar sejak 18-29 September.

“Ini merupakan latihan yang diadakan setiap tahun secara bergantian antara Divisi 1 Kostrad dan Divisi 2 Kostrad. Khusus Divisi 1 Kostrad tempat latihan yang dipilih dan sudah berlangsung beberapa kali berada di Desa Cibenda Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi,” terang Kepala Staf Divisi Infanteri 1 Kostrad Brigjen TNI Joko Putranto seusai upacara pada penutupan latihan bersama Garuda Shield-11/2017 di lapang Markas Yonif 310 Kidang Kancana, Jumat (29 September 2017).

Banyak hal yang dipetik dari latihan bersama Garuda Shield-11/2017 antara TNI AD dan US Army. Tak hanya berbagi berlatih secara kemiliteran saja, tapi juga tentara dari kedua negara juga berbagai pelajar soal kultur geografis.

“Kami tentunya bisaa menarik pelajaran yang ada didapatkan. Bukan hanya masalah yang kaitannya dengan militer saja tapi juga kultur,” tegas Joko.

Kultur yang dimaksud Joko yakni soal kondisi geografis Indonesia mirip dengan negara bagian Kepulauan Hawaii tempat para US Army saat ini bertugas. Misalnya fenomena bencana alam.

“Dari hasil latihan ini dirancang juga bagaimana kedua negara (Indonesia dan Amerika Serikat) mengelola apabila di suatu tempat terjadi bencana. Jadi artinya kita sudah memiliki semacam template atau pola yang akan diikuti,” terangnya.

Latihan bersama Garuda Shield-11/2017 ini merupakan kali kesebelas dilaksanakan antara TNI AD dan US Army. TNI AD menurunkan sebanyak 732 prajurit dari Yonif 303/SSM, Brigif 13/1 Kostrad, dan Penerbad. Sedangkan US Army menurunkan sebanyak 342 prajurit United State Army Pacific (USARPAC), Divisi Infanteri 103, dan US Army Aviation. Latihan bersama juga melibatkan Helly Tempur MI 35 dan MI 17 milik TNI AD serta Apache dan Blackhawk milik US Army.

“Meskipun sama-sama negara kepulauan, tetapi cuaca panas di sini (Indonesia) berbeda dengan di Kepulauan Hawaii. Ada dua personel US Army yang sempat dirawat di rumah sakit karena bermasalah dengan kondisi cuaca. Tapi keduanya sudah kembali pulih. Kami berharap kerja sama militer antara Indonesia dan Amerika Serikat ini bisa terus berlanjut. Sejauuh ini tempat latihan selalu di Indonesia. Mungkin ke depan bakal jadi program kita bisa latihan bersama di Hawaii,” tandasnya.

Ajudan Jenderal Hawaii US Army National Guard, Mayor Jenderal Logan, sependapat dengan yang diutarakan Kepala Staf Divisi Infanteri 1 Kostrad Brigjen TNI Joko Putranto. Dia mengaku banyak pelajaran berharga yang diperoleh dari latihan bersama Garuda Shield-11.

“Kami mendapatkan banyak kesempatan memperpanjang kerja sama pertahanan di Asia Pasifik. Termasuk berbagi solusi soal kultur. Kami saling memahami apa yang mesti dilakukan,” terang Logan.

Sebagai negara bagian yang merupakan kepulauan, kata Logan, karakteristik kultur di Hawaii tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Meskipun Hawaii hanya memiliki sembilan pulau dan Indonesia memiliki ribuan pulau, tetapi dari potensi kebencanaan relatif sama. “Kami banyak belajar untuk saling memahami,” pungkas Logan. (daz)

Comments

comments