Keluarga Korban Penganiayaan Merasa Diintimidasi Penjaga Kebun Bawang

0
169

CIANJUR, patas.id – Keluarga korban penganiayaan, Hendra Fatima (14 tahun), di Kampung Gading RT 02/RW 12 Desa Sukakerta Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, masih dilanda waswas. Meskipun pelaku penganiayaan yang berakibat korban tewas telah ditangkap, namun pihak keluarga masih mengalami intimidasi.

Wandi, kakak sepupu korban, mengaku menerima ancaman dari preman penjaga kebun bawang agar mencabut laporan ke kepolisian.

“Kalau tidak, mereka bilang tidak menjamin keselamatan saya dan keluarga,” ujar Wandi saat ditemui di rumah duka, Kamis (28 September 2017).

Wandi pun tampak hati-hati menyikapi kasus penganiayaan yang mengakibatkan kematian adiknya ini. Dia menuturkan, saat kejadian dia sedang bekerja di peternakan ayam di daerah Bekasi. Dia diberitahu ketika adiknya dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

“Namun, belum sempat saya datang ke rumah sakit, ada yang ngasih tahu adik saya sudah meninggal dunia,” kata dia.

Kondisi keluarga korban sendiri saat disambangi ke rumahnya sangat memprihatinkan. Rumah yang didiami korban bersama nenek dan ibu angkatnya nyaris roboh. Rumah panggung berdinding bilik bambu itu kondisinya sudah lapuk dan sempit

“Beginilah kondisi keluarga kami, orang miskin yang untuk mengobati adik saya pun tak mampu,” imbuhnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, yang datang untuk melayat pun sempat ditolak pihak keluarga karena mengira dari pihak yang mau meminta mencabut laporan. Namun, setelah dijelaskan, baru mereka mau menerima.

“Saya datang hanya mau melayat sekaligus menyampaikan belasungkawa. Jika pihak keluarga merasa terancam, kami siap mendampingi,” kata Mulyana.

Mulyana pun menegaskan bahwa kasus ini harus diproses sampai tuntas. “Hukum harus tetap ditegakkan. Kami siap mengawal sampai tuntas,” tandas dia. (daz)

Comments

comments