Ratusan Anak Jalanan Divaksin Campak dan Rubela

0
141

CIANJUR, patas.id – Sekitar 700 anak jalanan di Cianjur mendapatkan vaksin oleh tim vaksin Campak dan Rubela. Hal itupun menjadi upaya pemenuhan hak, salah satunya hak kesehatan bagi setiap anak yang diinisiasi oleh PMI, termasuk PMI Cianjur.

Kepala Markas PMI Kabupaten Cianjur, Hery Hidayat, mengatakan, sejak awal bulan pihaknya melakukan penyisiran ke tempat yang sering dijadikan persinggahan para anak jalanan (anjal). Bahkan pada 27 Agustus 2017, pihaknya mendapati ada 40 anak jalanan yang belum divaksin di wilayah Cipanas.

“Hari ini sekitar 40 anak yang kami vaksin, bertempat di Kantor Pasar Cipanas,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (27 September 2017).

Menurutnya, jumlah tersebut melebihi target yang sebelumnya diungkapkan dalam rapat perencanaan pelaksanaan vaksin terhadap anak jalanan. “Target awal 565 anak, tapi di lapangan ternyata ada lebih dari 700 anjal yang divaksin,” ucap dia.

Dia mengatakan pelaksanaan vaksin campak dan rubela terakhir dilaksanakan besok, Kamis (28 September 2017). “Makanya kami akan lakukan sweeping terakhir,” kata dia.

Hery menuturkan, program yang dijalankan PMI bersama Dinas Kesehatan tersebut diharapkan mampu menuntaskan target pemerintah dalam mencegah penyebaran campak dan rubela. Dengan begitu, generasi yang akan datang dapat terbebas dari penyakit yang cukup berbahaya tersebut.

“Kamipun berupaya untuk memenuhi hak seluruh anak di Indonesia, tidak terkecuali anak jalan yang selama ini kerap termajinalkan,” ucapnya.

Sementara itu, sebelumnya Staf Divisi Kesehatan PMI Pusat, Dewi Ariani menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan PMI Kabupaten Cianjur di salah satu tempat pertemuan terkait vaksin bagi anak jalanan, Agustus lalu.

Menurut Dewi, PMI menjalankan program yang mendukung pemerintah, salah satunya vaksin campak dan rubela yang digelar serentak di Agustus dan September ini, dengan target anak usia sembilan bulan sampai di bawah 15 tahun.

“Dengan adanya dorongan dari Unicef dan organisasi anak, kami bergerak untuk memenuhi hak setiap anak, utamanya anak jalanan, anak terlantar, hingga bayi terlantar,” ucap dia kepada wartawan usai kegiatan.

Menurutnya, anak-anak jalanan dan terlantar sering tersisihkan dari program pemerintah. Dalam program vaksin pun, mereka kemungkinan besar akan mendapatkan perilaku yang sama jika tidak dirangkul sejak saat ini.

Di Jawa Barat ada 9 kabupaten/kota yang menjalankan hal serupa untuk anak jalanan. Khusus Cianjur, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Sosial, ada 565 anak jalanan dan terlantar yang bakal mendapatkan vaksin.

Namun dengan 20 relawan yang turun ke lapangan dan waktu yang terbatas, pihaknya menargetkan tercapai 300 anak jalanan yang tervaksin. Nantinya, para relawan akan turun bersama tim medis untuk melakukan vaksin di tempat.

“Inginnya bisa lebih dari 500, tapi targetnya di awal ini 300 dulu,” ucapnya.(isl/yan)

Comments

comments