8 Siswa SMK Diamankan Setelah Melakukan Penyerangan ke Sekolah Lain

0
193

CIANJUR, patas.id – Delapan siswa SMK PGRI 3 diamankan setelah melakukan penyerangan dan tawuran dengan SMK Progresia di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Jumat (22 September 2017) siang.

Peristiwa tawuran berlangsung sekitar pukul 11.15 WIB di depan SMK Progresia. Pada mulanya, para siswa SMK Progresia pulang sekolah sekolah, pada pukul 11.00 WIB. Namun saat bubar sekolah, tiba-tiba datang rombongan siswa SMK PGRI 3.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa SMK PGRI 3 atau lebih dikenal Otomotif tersebut datang dengan‎ dua angkutan umum (angkum) dan sepuluh sepeda motor.

Cecep Rahmat, guru sekaligus Kepala Program Teknik Kendaran Ringan SMK Progresia, menceritakan bahwa begitu tiba di depan sekolah, para siswa Otomotif tersebut turun sambil membawa senjata tajam. Beberapa diantaranya memutarkan gir yang sudah diikat dengan sabuk sepanjang 2,5 meter.

“Jadi sewaktu bubar sekolah, datang siswa SMK PGRI 3 sambil membawa samurai, gir, dan senjata lainnya. Saya utamakan menyelamatkan siswa dan menyuruh mereka masuk ke sekolah dulu.”

Begitu siswa masuk, Cecep berupaya mengejar angkum yang membawa siswa SMK PGRI 3, pada akhirnya salah satu angkum berhasil disusul di Jalan Pangeran Hidayatullah.

“Saya berhentikan, kebetulan ada tokoh warga di sana, kemudian dibawa ke Polsek Cianjur, termasuk para siswa yang menyerang sekolahnya.”

‎Menurut Cecep, lokasi sekolah yang berada di jalur utama membuat rawan adanya penyerangan seperti itu. Dia menuturkan, pihak sekolah bakal mengawal para siswa SMK Progresia untuk mengantisipasi penyerangan atau pencegatan di jalan. “Karena ada kejadian ini, kami bakal kawal siswa sampai ke titik yang dirasa aman,” ungkapnya. 

Namun, para siswa yang diamankan menyangkal menyerang SMK Progresia. MF (17 tahun), salah satu siswa yang diamankan, mengaku  dirinya berdalih terpancing lantaran dilempari oleh SMK Progresia sehingga langsung melawan.

“Kami dilempari, jadi turun. Tapi yang turun sambil bawa senjata itu di angkum 02B, mereka kabur. Kalau saya naik sepeda motor.” 

Namun informasi lainnya menyebutkan sepekan sebulan sebelumnya, terjadi juga penyerangan oleh siswa Otomotif tersebut di lokasi yang sama. Karena peristiwa ini, para siswa diamankan sementara hingga orangtua dan pihak sekolah menjemput. (isl)

Comments

comments