Idap Penyakit Kulit Langka, Wajah Faiz Melepuh

0
169

CIANJUR, patas.id – Rani Rohimah (24 tahun), sering kali tak kuasa menahan tangis ketika melihat anaknya, Muhamad Faiz, menangis kesakitan, lantaran kulit di sekujur tubuhnya melepuh. Bayi malang yang baru berumur lima bulan itu menderita penyakit kulit tersebut sejak lahir.

Akibat penyakitnya, tangan bayi yang tinggal di Kampung Angkrong RT 03/ RW 04, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur itu mengepal rapat karena bekas luka yang sudah mengering.

Begitu juga dengan kedua telapak kaki yang menekuk ke atas mendekati tulang kering. Tubuhnya sangat kurus. Sebagian luka yang sudah mengering menyisakan bekas hitam.

Rani Rohimah, mengatakan tidak lama setelah lahir, pada wajah Faiz muncul bintik bintik merah lalu melepuh. “Sejak lahir sudah begini, saya tidak diberitahu apa-apa sama bidan,” katanya saat ditemui patas.id di rumahnya, Minggu (17 September 2017).

Dia mengatakan bayinya tersebut lahir pada pagi hari lalu dibawa pulang ke rumahnya menjelang sore hari. Sesampainya di rumah, banyak yang menyarankannya untuk segera membawa anaknya ke dokter.

“Saya langsung bawa ke dokter anak, Dokter anak langsung menyarankan untuk dirawat ke rumah sakit karena kondisinya sudah parah.” 

Rani mengatakan dirinya langsung mengurus BPJS dan membawa anaknya tersebut ke RSUD Cianjur. “Pertama dirawat di ruang Markisa. Beberapa hari dirawat tetap saja kondisinya tak membaik, tapi anak saya diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Rani mengatakan setibanya di rumah, kondisi Faiz tak kunjung membaik. Bahkan berat badannya terus menurun. Faiz terlahir dengan berat badan tiga kilogram, namun di umurnya yang sudah lima bulan, beratnya tidak mengalami perubahan signifikan seperti bayi lain pada umumnya.

Menurut Rani, melihat kondisi anaknya tak kunjung membaik, dia sempat membawa kembali anaknya tersebut ke rumah sakit. Pada waktu yang kedua kali tersebut, anaknya dirawat di ruang Samolo.

“Sama dengan yang pertama, pulang ke rumah kondisinya masih seperti ini, kata rumah sakit ini penyakit langka.” 

Rani mengaku pasrah dengan keadaan yang menimpa anaknya tersebut. Begitu pula dengan suaminya, Ibah (28 tahun) yang hanya seorang buruh tani. Mereka tak mampu membawa bayinya tersebut ke dokter spesialis kulit. Kini keduanya menanti uluran tangan dermawan.

“Kami berharap ada dermawan yang mau membantu meringankan biaya untuk pengobatan anak saya,” harapnya. (isl)

Comments

comments