Minim Dana, Atlet Cianjur Ancam Mundur dari Porda

0
141

CIANJUR, patas.id – Sejumlah cabang olahraga (Cabor) di Kabupaten Cianjur mengancam takkan kirimkan atletnya dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018. Pasalnya, anggaran yang disediakan dinilai jauh dari kebutuhan, bahkan hanya cukup untuk ikut babak kualifikasi.

Kabid Roda Dua IMI Korwil Cianjur dan pengurus Cabor Balap Motor, Adi Banu, mengungkapkan bahwa kualifikasi balap motor akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Namun sampai saat ini, dana yang digelontorkan belum ada dan yang disediakan pun sangat terbatas.

“Dana yang disediakan sangat tidak cukup, bahkan tidak akan cukup,” ujar dia, Selasa (12 September 2017). Menurutnya, untuk biaya penginapan atlet hanya diberi Rp 100 ribu dengan uang saku sekitar Rp 50 ribu per atlet.

“Dengan dana sebegitu mau menginap dimana? Kualifikasi itu di Bogor, penginapan dimana yang biayanya segitu? Sekalian saja siapkan tenda, atlet Cianjur suruh tidur di tenda saat kualifikasi!” 

Lebih jauh, Banu mengatakan biaya untuk balap motor termasuk besar, mulai dari sewa motor, pendaftaran, onderdil, warepack, dan lainnya. Pengajuannya untuk pendaftaran, misalnya, sekitar Rp 4 juta, sementara untuk sewa motor Rp 3,5 juta per unit dan biaya lainnya.

“Apa mau dipaksakan pakai warepack rusak atau robek? Biaya lainnya dari mana? Lebih baik kami mundur saja kalau memang terus tidak ada perhatian,” ujarnya sengit.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Cabot Pencak Silat, Dodi Sudarma, yang menuturkan pihaknya tidak akan memaksakan mengirim atlet dalam jumlah banyak jika anggaran yang disediakan tidak cukup.

“Kalau cukupnya untuk satu atlet ya kirim seorang saja, untuk apa dipaksakan sampai kirim 26 atlet? Kalau tidak ada sama sekali, kami juga mundur dan tidak kirimkan atlet.” 

Berdasarkan pengalaman tahun lalu, imbuh Dodi, atlet silat yang hanya dibekali anggaran seadanya, harus tidur di masjid selama beberapa hari. Bahkan untuk pembiayaan, pengurus harus menggadaikan barang pribadi dan tidak terganti sampai sekarang.

“Kami tidak mau mengalami hal serupa atau terjerumus dalam lubang yang sama. Kami tidak ingin atlet harus sampai tidur dimana saja karena tidak ada biaya,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Harian PJSI dan Cabor Judo Kabupaten Cianjur, Andi Bima, mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat antara Cabor dengan poengurus KONI Kabupaten Cianjur, jika tidak ada kesepakatan, semua Cabor akan mundur dari keikutsertaan Porda.

“Selama ini memang kinerja KONI Kabupaten Cianjur belum ada perubahan, bahkan semakin parah. Sekarang ini sudah menghadapi kualifikasi tapi dana belum jelas.” 

Menurutnya, saat ini 17 atlet Judo Cianjur terus berlatih dengan biaya sendiri. “Apa harus terus dengan biaya sendiri untuk mengharumkan nama daerahnya? Kan sudah kewajiban daerah membiayai atlet,” tegasnya. (isl)

 

Comments

comments