Jelang Pilgub Jabar 2018, PPP Bentuk Poros Baru

0
174

CIANJUR, patas.id – Sekretaris DPW PPP Provinsi Jawa Barat, Pepep Syaiful Hidayat, mengungkapkan pihaknya tengah membentuk poros baru koalisi sejumlah partai politik untuk menghadapi Pemilihan Gubernur Provinsi Jawa Barat 2018. Bahkan PPP menyiapkan sosok untuk maju dalam Pilgub.

“Pilgub itu bukan milik beberapa orang yang sekarang digemborkan,” ujar dia kepada wartawan saat ditemui di Cianjur, belum lama ini. Menurutnya, saat ini parpol lain pun sedang membentuk koalisi untuk bisa maju dalam Pilgub.

“Semuanya harus berkoaliasi, terkecuali salah satu parpol yang memang sudah punya 20 persen suara di parlemen,” ujar Pepep seraya menambahkan bahwa Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Jawa Barat sudah melakukan komunikasi secara intensif dengan beberapa partai politik untuk menyusun poros baru.

“Jadi kami akan memunculkan nama di luar tiga sosok yang selama ini digemborkan.” 

Pepep mengungkapkan, untuk Bakal Calon Gubernur akan diusulkan dari PPP. Ada dua kader PPP yang saat ini sedang berikhtiar dan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan popularitas.

“Salah satunya Uu Ruzhanul dan ada satu akder lainnya. Kami beri kesempatan pada mereka, dan juga sudah dikomunikasikan dengan parpol lain untuk menempatkan kader dari PPP tersebut.” 

Namun untuk lebih pastinya, PPP masih menunggu waktu yang tepat untuk mengambil keputusan ke depan. “Lihat saja nanti, kami juga kan harus realistis untuk mengambil keputusan nantinya. Untuk wakil pun masih dibicarakan, terpenting koalisinya ini terbentuk secara solid dulu,” kata dia.

Sebelumnya, Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku masih fokus untuk membentuk koalisi partai politik untuk memenuhi ketentuan 20 kursi di parlemen tingkat Jawa barat agar bisa mencalonkan diri.

Menurutnya orang yang masih jadi Wali Kota Bandung tersebut, dengan koalisi yang terbangun saat ini, ada baru 12 kursi yang dimiliki. Oleh karenanya, masih perlu ada koalisi dari salah satu partai yang memiliki minimal delapan kursi.

“Jadi sekarang arahnya masih membangun koalisi agar genap 20.” 

Sosok yang akrab disapa Kang Emil tersebut mengaku dari koalisi yang dibentuk, baru dirinya akan menentukan siapa wakil yang bakal mendampinginya maju dalam pesta demokrasi warga Jawa Barat.

“Nanti didiskusikan, baik secara penunjukan atau musyawarah, siapa yang bakal mendampingi saya,” ucapnya. Emil mengaku tidak pilih-pilih untuk wakilnya, namun ada dua kriteria yang harus dipenuhi, yakni memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki popularitas yang tinggi di warga.

“Kalau tidak memiliki jiwa kepemimpinan, siapa yang mau memimpin ketika saya berhalangan? Sementara kalau tidak populer, jadi beban untuk saya harus berjuang sendiri, repot. Makanya harus punya popularitas dan kepemimpinan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments