Tiga Ruas Jalan Beton yang Akan Dibangun Tahun Ini

0
194

CIANJUR, patas.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cianjur hanya akan menambah tiga pengerjaan pembangunan jalan dalam perubahan anggaran 2017.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, mengatakan bahwa ruas jalan yang sudah jelas dan pasti akan dibangun dengan anggaran perubahan ialah Sukanagara-Leuwimanggu, Cijagang-Cikendi, dan Warungdanas-Pasirjawa.

“Kalau dari data yang ada, perubahan anggaran tahun ini hanya 3 ruas jalan itu. Ada juga pengerjaan selain itu, hanya pengerjaan kecil di dua desa.”

Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk ketiga ruas jalan tersebut variatif, mulai dari Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar. “Angkanya segitu, dengan pengerjaan dibeton,” ucapnya.

‎Ditanya terkait progres pengerjaan pembangunan infrastruktur jalan yang masuk dalam anggaran murni, Eri mengungkapkan pengerjaannya sudah ada yang 10 persen, 30 persen, dan 50 persen selesai.

Namun dia optimistis hingga waktu yang telah ditentukan, pengerjaan pembangunan bisa tuntas. “Pasti terkejar, kan sampai akhir tahun,” ucapnya.

Eri juga menuturkan jika pengawasan terhadap pembangunan sudah dilakukan dengan maksimal. Bahkan sebelum pengerjaan dilakukan, setiap pemborong telah diinstruksikan untuk membuat contoh. Jika sesuai ketentuan, maka pengerjaan dilanjutkan.

“Pengawasan dilakukan konsultan, kalau yang penunjukan langsung itu oleh petugas Dinas. Sampai sekarang belum ada laporan pembangunan yang tidak sesuai ketentuan. Kan sejak awal diinstruksikan membuat trial 25 meter, kalau sudah bagus maka dilanjutkan. Kalau dilangsungkan ternyata kualitasnya jelek, kan susah lagi membongkarnya.”

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi, menjelaskan, di tahun ini Pemkab rencananya melakukan pembangunan jalan sepanjang 108,188 kilometer dengan anggaran Rp 310.215.695.000,- dan pemeliharaan sepanjang 106,67 kilometer dengan anggaran Rp 8.063.825.000,-

“Dengan perbaikan sepanjang itu, diperkirakan jalan mantap di Cianjur akan naik hingga 44 persen di 2017 ini,” kata dia.

Ditanya total jalan mantap di Cianjur saat ini, Dedi mengungkapkan jika jumlahnya bari 37,87 persen dari total panjang jalan kabupaten yang sejauh 1.301,697 kilometer.

Dia manambahkan, perlu anggaran yang besar jika ingin menuntaskan pembangunan jalan hingga 100 persen dalam waktu singkat. Namun dengan anggaran yang ada, target peningkatan di atas 5 persen per tahun pun sudah dinilai baik.

“Cianjur ini daerah terluas di Jawa Barat, panjang jalan kabupatennya juga lebih dari kota/kabupaten lain. Tapi kami menargetkan di akhir masa kepemimpinan saat ini, jalan mantap bisa 70 persen.” 

Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Cianjur meningkat menjadi Rp 3,7 triliun di APBD Perubahan 2017 yang tengah dibahas oleh DPRD Kabupaten Cianjur. Penambahan pendapatan itu sebagian besar bakal dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan bahwa peningkatan PAD Cianjur di pertengahan pengelolaan APBD mencapai 20 persen dari awal tahun, sehingga di perubahan anggaran bisa meningkat sampai Rp 3,7 triliun.

“Ini jadi yang luar biasa di APBD tahun ini, ada kenaikan sampai 20 persen. Jajaran perangkat daerah bisa memaksimalkan pendapatan. Baru pertama kali peningkatan sebesar ini.” 

Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut sebagian besar untuk pembangunan infrastruktur, sehingga anggaran pembangunan yang semula Rp 340 miliar menjadi lebih dari Rp 540 miliar.

“Kami prioritaskan ke pembangunan jalan dan jembatan, meskipun ada kendala keterbatasan waktu di akhir tahun,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pengalokasian ke jalan, pihaknya dikhawatirkan dengan kembali terlambatnya proses lelang. Oleh karena itu, Pemkab mengeluarkan banyak paket pengerjaan sehingga pengerjaan bisa disegerakan. Dengan begitu di akhir tahun pembangunan sudah tuntas.

“Kalau dulu paketnya sedikit ruas, anggaran per paketnya besar. Sekarang paketnya diperbanyak, penganggarannya paling besar Rp 4 miliar. Kami berharap semua pengajuan disetujui dan bisa dituntaskan hingga akhir tahun,” katanya. (isl)

Comments

comments