Menteri DPDTT: Tiap Desa Rata-rata Terima Anggaran 800 Juta

0
141

SUKABUMI, patas.id – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Pudjo Sandjojo, belum bisa memastikan naik atau tidaknya besaran dana desa tahun depan. Eko berdalih naik atau tidaknya anggaran dana desa tergantung kondisi keuangan negara.

“Kita lihat dulu keuangan negara serta persoalan-persoalan di lapangan,” kata Eko sesuai kunjungan kerja ke BUMDes Terus Jaya Sehati dan pengelolaan kebun nanas di Desa Sukajaya Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Minggu (10 September 2017).

Eko menuturkan, sejauh ini komitmen Presiden Joko Widodo terhadap penguatan pembangunan di perdesaan sudah tinggi. Buktinya dalam kurun dua tahun terakhir, pemerintah terus menaikkan besaran anggaran dana desa.

“Dana desa oleh bapak Presiden dinaikkan terus. Pada 2015 sebesar Rp 20,8 triliun, naik lagi jadi Rp 46,96 triliun pada 2016, dan pada 2017 naik lagi jadi Rp 60 triliun.” 

Jumlah desa di Indonesia hingga sekarang mencapai 74.910. Jika dikalkulasi, tahun ini masing-masing desa rata-rata mendapatkan anggaran dana desa sebesar Rp 800 juta.

“Masyarakat juga harus tahu bahwa setiap desa mendapatkan rata-rata Rp 800 juta. Kami meminta masyarakat juga ikut mengawasi karena kita tak pungkiri masih terjadi kasus penyelewengan. Jika mendapatkan dugaan penyelewengan, masyarakat bisa melapor ke Satgas Dana Desa di nomor 1500040. Kepala Desa juga jangan takut dikriminalisasi. Mereka juga bisa melaporkannya ke nomor 1500040.” 

Konsep yang diterapkan di BUMDes Terus Jaya Sehati Desa Sukajaya Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, kata Eko, tak menutup kemungkinan bisa diaplikasikan di seluruh desa di Indonesia.

“Makanya, kepala desa lain bisa belajar dari desa-desa yang sudah sukses. Para pendamping desa juga bisa membina kepala desa karena mereka sudah mendapatkan pelatihan. Materinya sampaikan ke kepala desa,” imbuhnya.

Eko mengklaim sudah banyak manfaat yang dirasakan sejak digulirkannya dana desa. Dalam kurun dua tahun terakhir, dana desa yang sudah dikucurkan pemerintah mampu membangun hampir 82 ribu kilometer infrastruktur jalan desa, hampir 50 ribu unit fasilitas MCK, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sarana air bersih, serta puluhan ribu saluran irigasi. Eko pun mengapresiasi komitmen Presiden Jokowi yang terus menambah besaran dana desa dari tahun ke tahun.

“Persoalan dana desa di lapangan tidak lantas membuat bapak presiden menyetop atau menurunkan nilainya. Malahan nilainya dinaikkan. Ini komitemen yang luar biasa,” pujinya.

Pujian sang menteri pada presiden pun berlanjut dengan besarnya tingkat penyerapan dana desa. Sejak digulirkannya pada 2015 dengan nilai sebesar Rp 20,8 triliun, penyerapannya mencapai 82%. Eko menilai tingkat penyerapan sebesar itu wajar karena masih merupakan program baru sehingga masih banyak aparatur desa belum siap. Tahun berikutnya dengan anggaran dana desa sebesar Rp 46,96 triliun, tingkat penyerapan meningkat menjadi 97%.

“Walaupun nilainya naik hampir dua kali lipat, tingkat penyerapannya malahan naik jadi 97%. Ini juga jadi bukti, ternyata masyarakat desa mampu melakukannya jika diberikan kesempatan. Mereka bisa berbuat lebih baik bagi pembangunan Indonesia yang sebelumnya belum pernah terjadi di Republik Indonesia,” tandasnya. (daz)

 

Comments

comments