Ribuan Penjemput Haji Memaksa Masuk Kemenag Cianjur, Satu Kecopetan

0
124

CIANJUR, patas.id – Ribuan keluarga jamaah haji memaksa masuk ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Cianjur sesaat setelah jamaah kloter pertama asal Cianjur pulang, Jumat (8 Septemer 2017) dini hari.

Para pejemput yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keluarganya yang pulang dari Tanah Suci tersebut memaksa masuk meskipun sudah dilarang oleh panitia dan pihak keamanan demi ketertiban dan keamanan.

‎Sayangnya, begitu bus yang mengantarkan jamaah datang, para penjemput yang jauh lebih banyak dibandingkan petugas keamanan merangsak masuk hingga akhirnya memadati halaman parkir Kantor Kemenag meskipun masih banyak jemaah yang belum keluar dari bus.

Melihat kondisi tersebut, panitia pemberangkatan haji pun hanya bisa mengimbau melalui pengumuman agar para penjemput bersikap tertib meskipun belum waktunya.

“Semuanya diharapkan tertib, untuk koper dan air zamzam tidak bareng dengan jamaah. Bisa diambil besok, baik oleh keluarganya atau siapa pun dengan menunjukan pasport hajinya.” 

‎Jamaah haji di kloter pertama tiba sekitar pukul 02.45 WIB dan sekitar pukul 03.15 WIB jamaah sudah berangsur meninggalkan lingkungan Kantor Kemenag Cianjur.

Hidayat (50 tahun) salah seorang keluarga jamaah, mengaku sudah menunggu sejak Kamis (7 September 2017) pukul 21.00 WIB. Dirinya tidak sabar untuk bertemu keluarganya yang pulang haji.

“Sudah tidak sabar, makanya tadi lihat orang banyak masuk, saya juga ikut-ikutan.” 

‎Sayangnya, dalam desak-desakan tersebut warga asal Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Cianjur itu ternyata mengalami kecopetan. Telepon seluler Samsung Android Galaxi Note 3 milik Hidayat raib saat berdesakan dengan penjemput lain di depan gerbang Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur.

Hidayat menjelaskan, dirinya tengah mengantri berdesak untuk menjemput Jemaah haji. Namun, tidak terasa ponsel yang disimpannya di tas kecil telah raib.

“Saat berdesakkan didepan pintu masuk Kemenag, tidak terasa ada yang mengambil ponsel. Saya menyadarinya saat menggeser tas ke depan kelihatan ritsleting sudah terbuka.” 

Menurutnya, kejadian begitu cepat tidak berselang lima menit. “Saat itu tas berada di belakang. Namun, pas saya pindah ponsel sudah hilang,” tuturnya.

Kabagops Polres Cianjur, Kompol Warsito, mengaku belum menerima laporan adanya tindakan kriminal selama melakukan pengamanan bersama puluhan anggota Polres, dibantu TNI, Dishub, dan Satpol PP.

“Kalau tas jamaah yang tertukar ada, kalau kriminal belum dapat informasi. Nanti dicek kebenarannya.” 

Menurutnya, keluarga jamaah harus menjaga diri saat berdesakan. Tidak hanya itu, imbauan dari petugas juga harus diikuti, agar suasana tetap tertib dan terhindar dari tindak kriminal.

“Makanya tertib, apa yang kami imbau itu diikuti supaya semuanya nyaman dan aman. Yang penting ke depan harus bisa saling jaga diri, apalagi kan itu berada di luar lingkungan Kantor Kemenag,” ucapnya. (isl)

Comments

comments