Satu Jemaah Haji Kloter 93 Urung Berangkat

0
289

CIANJUR, patas.id – ‎Seorang calon jamaah haji asal Cianjur di Kloter 93 dipastikan tidak bisa berangkat di tahun ini. Pasalnya kesehatan jamaah tersebut tidak kunjung membaik sampai pemberangkatan terakhir dari Cianjur, Jumat (25 Agustus 2017).

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Kasi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Cianjur, Tavip Supriadi, mengatakan bahwa jumlah calon jamaah yang berangkat hari ini sebanyak 403 orang dengan 6 pendamping.

“Harusnya 404 jamaah dalam satu kloter, tapi karena ada yang sakit, kursinya kosong satu.”

Menurutnya, calon jamaah yang diketahui bernama Suryanah asal Ciranjang tersebut tidak bisa dipaksakan untuk berangkat karena penyakit yang dideritanya. Oleh karena itu, keberangkatannya kemungkinan ditunda ke tahun berikutnya.

Menurut Tavip, kondisi jamaah yang sakit tidak dapat digantikan dengan calon jamaah yang lain. Karena, kejadiannya mendekati waktu pemberangkatan, sehingga tidak cukup waktu untuk pergantian calon haji. Meski begitu, suami Suryamah telah berangkat dengan Kloter 35.

“Sebelumnya Ibu Suryana akan berangkat pada kloter 35, tetapi karena sakit, akhirnya diundur dan digantikan jamaah lain. Meski sempat membaik kondisinya, namun kembali sakit, hingga akhirnya dinyatakan tidak dapat berangkat oleh tim kesehatan. Akhirnya, suaminya tetap berangkat pada kloter 35.” 

Tavip menuturkan, bagi jamaah yang tidak dapat berangkat pada kloter ini, terutama yang sakit akan diprioritaskan berangkat pada tahun depan selama jamaah tidak mengundurkan diri untuk berangkat haji.

Mengenai kondisi cuaca di Mekkah yang ekstrem, saat musim haji tahun ini, Tavip menghimbau kepada para calon haji untuk mejaga kesehatan. Tim kesehatan juga telah mensosialisakian hal itu, agar jamaah untuk menjaga kebugarannya.

“Jamaah harus bisa menjaga kesehatannya sendiri, dengan makan yang teratur, makan yang sesuai dengan prosinya, serta perbanyak meminum air putih. Setidaknya hal itu, menjadi tindakan antisipasi dalam mengahadapi cuaca yang ekstrem, di musim haji tahun ini.”

Khusus bagi jemaah kloter terakhir, Tavip menjelaskan, jamaah tidak memiliki waktu banyak untuk istirahat. Pasalnya begitu sampai di tanah suci Makkah, jamaah langsung melaksanakan prosesi yang berkaitan dengan ibadah haji. Sehingga, tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya bimbingan manasik haji atau lainnya.

“Kloter terakhir, begitu sampai di Bandara Jeddah, akan langsung melaksanakan Umroh bagi yang melaksanakan Haji Tamattu. Apalagi, yang melaksanakan haji Ifrad, jamaah harus langsung melasanakan kegiatan haji,” ucapnya. (isl)

Comments

comments