Bayi Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

0
172

CIANJUR, patas.id – Safa Nuraima (1,4 tahun), bayi malang asal Kampung Saapan Desa Sukamaju Kecamatan Cibeber harus tumbuh dengan menderita penyakit hidrosefalus selama setahun lebih. Kondisi ekonomi orang tua yang serba kekurangan, membuat ia hanya dirawat seadanya di rumah.

Anak dari pasangan Dede Nuraima (24 tahun) dan Juli Saputra (25 tahun) itu diketahui memiliki kelainan sejak lahir, dimana bagian kepalanya lembek, tidak seperti bayi pada umumnya yang meskipun masih rapuh, bagian tulang tempurung kepalanya bisa diraba oleh tangan.

Menurut ilmu kedokteran, hidrosefalus adalah keadaan dimana terdapat banyak cairan di otak, yaitu pada ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang subdural. Cairan ini disebut sebagai cairan serebrospinal atau cerebrospinal fluid (CSF). CSF adalah cairan bening yang lazim mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Hidrosefalus bisa terjadi sejak seseorang dilahirkan atau muncul setelah terkena cedera atau sakit.

Dituturkan oleh Dede, menginjak umur empat bulan, kelainan tersebut mulai semakin terlihat, kepala Safa terus membesar sementara tubuhnya malah mengecil.

“Saya sempat bawa ke puskesmas sewaktu umur empat bulan, katanya hidrosefalus. Dirujuk ke rumah sakit, tapi saya tidak punya uang.” 

Suami Dede yang hanya tukang ojeg tak mampu membiayai perawatan dan pengobatan, sehingga selama setahun lebih, penyakit anak keduanya itu dibiarkan dan diurus seadanya. Namun hal itu membuat kepala anaknya semakin membesar, dengan ukuran tubuh yang semakin mengecil.

“Saya sempat diminta menyiapkan uang Rp 7 juta untuk biaya perawatannya. Saya tak punya uang sebanyak itu makanya saya diamkan saja di rumah. Tapi sekarang sudah sangat parat, beratnya hanya 8 kilogram, umurnya sudah 1 tahun empat bulan.” 

‎Mendengar kabar adanya menderita hidrosefalus, salah seorang warga di desa Sukamaju mendorong Dede dan Suaminya untuk membawa anaknya berobat, meskipun tidak punya biaya. Alhasil, Rabu (23 Agustus 2017), Safa dibawa oleh sebuah ambulans ke RSUD Cianjur.

Kini Safa berada di ruang anak Samolo 3. Orangtua Safa kini hanya bisa pasrah dan berharap sakit yang diderita anaknya bisa sembuh.

Salah seorang dokter di Ruang Samolo mengatakan, Safa harus dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pasalnya RSUD Cianjur belum memiliki penanganan medis untuk hidrosefalus.

“Cianjur belum bisa menanganani hidrosefalus, tapi nanti merekomendasikan ke RSHS. Kalau sudah lengkap segala sesuatunya segera diberangkatkan. Melihat keluarga korban yang keterbatasan biaya, bantuan dermawan memang diperlukan,” ucap dokter yang enggan disebutkan namanya tersebut. (isl)

Comments

comments