3 Kades Tersandung Kasus Korupsi

0
421

CIANJUR, patas.id – Tiga kepala desa di Kabupaten Cianjur tersandung dugaan kasus korupsi pengelolaan Dana Desa. Ketiganya saat ini sedang menjalani proses peradilan di Pengadilan Negeri Cianjur.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Cianjur, Agus Haryono, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23 Agustus 2017).

“Ada tiga kepala desa yang saat ini menjalani proses hukum akibat dugaan penggunaan Dana Desa.”

Menurut Agus, ketiga kepala desa tersebut tersangkut kasus yang hampir sama, yakni korupsi pembangunan fisik dari penyalahgunaan anggaran Dana Desa. Dua kepala desa disebutkan sudah dalam tahap proses in kracht, sementara satu kepala desa lainnya masih dalam proses persidangan.

Sejak Januari hingga Agustus 2017, Kejaksaan Negeri Cianjur sudah menerima laporan terkait dugaan penyimpangan Dana Desa. Berdasarkan data, Agus menyebutkan lebih dari 10 laporan yang sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Cianjur.

Namun laporan yang masuk tersebut saat ini masih ditelaah dan dipelajari pihak kejaksaan untuk kemudian dikonfirmasi kepada beberapa pihak seperti inspektorat daerah.

“Kami identifikasi dulu kepada pihak terkait, termasuk Inspektorat Daerah.”¬†

Menurut Agus, biasanya Inspektorat Daerah akan melakukan klarifikasi dan investigasi secara langsung pada desa yang bersangkutan. Pihaknya juga masih menunggu hingga akhir tahun untuk penggunaan Dana Desa, karena dari banyaknya dugaan kasus yang dilaporkan, pembangunan fisiknya saat ini masih berlangsung.

Banyaknya indikasi laporan terkait Dana Desa mendorong Kejaksaan Negeri Cianjur untuk melakukan upaya pencegahan dengan jalan sosialisasi. Rencananya, papar Ahus, sosialisasi tersebut akan mengundang semua pihak kecamatan dan desa.

“Nanti kami akan kumpulkan camat, satu kecamatan akan membawa tiga perwakilan desa. Kami berharap setelah diadakan pertemuan besok, maka perwakilan desa yang mengikuti sosialisasi akan mengabarkan kepada desa lainnya tentang materi pencegahan penyelewengan Dana Desa.”¬†

Agus mengatakan bahwa pertemuan dengan para camat dan kepala desa akan berlangsung di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Materi yang akan diberikan seputar sosialisasi Dana Desa dan pengawalannya. “Soal peraturan mungkin akan kami tegaskan kembali, sementara pengawasan agar penggunaan dananya tepat harus menjadi prioritas,” pungkasnya. (isl)