Toko Swalayan di Cianjur Ini Disegel Lantaran Tak Punya Izin

0
499

CIANJUR, patas.id -‎ Sejumlah toko swalayan di Cianjur disegel lantaran tidak bisa menunjukan perizinan. Tidak hanya urusan izin, petugas juga menegaskan para pemilik swalayan untuk mengganti izin toko modern dengan izin toko swalayan sesuai Perda yang baru.

Hal itu terungkap dalam sidak gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Perhubungan ke toko swalayan di wilayah perkotaan di Cianjur, Rabu (23 Agustus 2017).

Dalam sidak tersebut, dua toko swalayan di Jalan Prof Moch Yamin disegel “Dalam Pengawasan” oleh Satpol PP.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, di sela-sela kegiatan, mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya, dari belasan toko yang didatangi, ada beberapa toko swalayan di wilayah Karangtengah yang disegel.

“Kemarin kami sudah ada enam yang disegel dalam pengawasan, hari ini ada beberapa toko lagi yan disegel karena tidak bisa menunjukan izin secara lengkap.”

Menurutnya, pendataan tersebut juga sekaligus menyosialisasikan Peraturan Daerah nomor 5/2016 tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. “Perda ini ditetapkan tahun lalu, tapi baru diimplementasikannya sekarang,” katanya.

Sulaeman menjelaskan, dalam Perda tersebut, ritel tidak lagi menggunakan izin usaha toko modern namun menjadi izin usaha toko swalayan. Pasalnya, penerapan layanan ritel masuk dalam kategori swalayan.

“Kalau toko modern itu pembeli meminta sesuatu barang dan diberi‎ barang yang diinginkan, sementara swalayan itu mengambil sendiri kemudian dibayar. Jadi ada pergantian.” 

Sulaeman juga menegaskan bahwa selain melakukan sosialisasi dan penindakan ke lapangan, para pengusaha ritel juga akan dipanggil. Namun pemeriksaan langsung juga sekaligus mendata secara riil jumlah toko swalayan di Cianjur.

“Kalau pengusahanya saja kan bisa dimanipulasi, bilangnya sekian tapi kenyataannya lebih. Makanya langsung diperiksa supaya tidak ada manipulasi data.” 

Selain wilayah perkotaan, rencananya wilayah Cianjur selatan juga bakal didatangi. “Semuanya diperiksa, tapi secara bertahap,” pungkas Sulaeman. (isl)

Comments

comments