Semrawut, Kunjungan Wisatawan ke Jangari Menurun Hingga 50%

0
143

CIANJUR, patas.id – Kawasan wisata air Jangari nilai semrawut dan tidak mendapat penataan yang maksimal. Akibatnya, tingkat kunjungan ke salah satu sektor wisata unggulan di Cianjur tersebut menurun setiap tahunnya.

Wakil Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata Jangari, Hendrawan, mengatakan tujuan wisata air yang berada di Desa Bobojong Kecamatan Mande ini masih tak punya lahan parkir yang memadai, toilet yang masih sedikit, serta tumbuhan hijau yang semakin berkurang.

“Saat ini parkir tak teratur dimana saja, jika wisatawan mau ke toilet juga susah, dan udara semakin panas karena banyak penebangan pohon di sekitar area tepi Jangari.”

Menurutnya, ketika bicara destinasi wisata secara langsung, maka harus ada penataan lokal dari pemerintah daerah. Kesemrawutan kawasan sudah terjadi sejak puluhan tahun. Pengunjung yang tak masuk ke warung makan, kata Hendra, akan sulit untuk berteduh dan mencari tempat yang nyaman karena tak ada bangunan ruangan umum gratis yang diperuntukan bagi pengunjung.

“Saya mendengar saat ini harus tercipta sapta pesona di kawasan wisata, namun jika melihat kondisi sekarang sulit untuk mewujudkan program pemerintah tersebut,” keluhnya.

Dia mengatakan kepedulian untuk kemajuan wisata Jangari harus ditunjukan oleh pemerintah daerah. Apalagi saat ini bukan hanya wisatawan lokal saja yang banyak mengunjungi Jangari, namun mulai dikunjungi oleh wisatawan Timur Tengah. “Kami memohon kepada Pemkab Cianjur terutama Dinas Pariwisata yang paling pokok dan mendesak adalah kebutuhan untuk lahan parkir,” ujarnya.

Menurut Hendra, saat ini kondisi parkir kendaraan dibiarkan liar dan amburadul. Parkir bongkar muat kendaraan angkut ikan disatukan dengan parkir wisatawan. Menurutnya ini akan menjadi hal buruk terutama bagi wisatawan.

“Hal ini bisa dilihat dari kunjungan wisatawan yang terus menurun setiap tahunnya, tahun ini hampir 50 persen menurun, mungkin mereka juga lebih memilih tempat baru yang lebih tertata baik.”

Berdasar data yang masuk ke Kompepar Jangari, jumlah wisatawan Timur Tengah saat musim liburan dari bulan Syawal hingga Rayagung dapat dipastikan dari Senin sampai Jumat mencapai 30 mobil. Lalu di akhir pekan Sabtu dan Minggu kunjungan wisatawan Timur Tengah bisa mencapai 100 mobil.

“Kalau untuk wisatawan Timur Tengah kami tertolong oleh musim liburan mereka biasanya tiga bulan, kami juga sudah melakukan inovasi dengan membangun rumah makan di tengah danau bagi mereka. Banyak yang tertarik setelah berlayar berkeliling mereka makan. Dari provinsi kami juga sudah mendapat bantuan mengenai promosi tempat makan ini.”

Untuk urusan kebersihan, Kompepar Jangari sudah merintis mobil sampah bekerjasama dengan Kompepar Cibodas. Dua kali dalam seminggu, mobil sampah dari Kompepar Cibodas datang ke Jangari untuk mengangkut sampah.

Dikonfirmasi terpisah beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur, Yeyen Rohyanda, mengatakan pemerintah akan segera melakukan penataan untuk kawasan wisata Jangari. “Ada pihak yang datang dan mengajukan permohonan untuk melakukan penataan, kami menunggu hasilnya nanti seperti apa karena pemerintah juga terbatas jika melakukan penataan sendirian,” ujarnya.

Menurut Yeyen, rencananya kawasan Jangari akan dibangun kawasan wisata air dan akan dibangun juga sport center tak jauh dari kawasan wisata air tersebut. (isl)

Comments

comments