Jamaah Haji Asal Kadupandak Meninggal Dunia

0
278

CIANJUR, patas.id – Dadang Iskandar (65 tahun) jamaah haji asal Cianjur dinyatakan meninggal dunia, Selasa (15 Agustus 2017). Jamaah yang berada di kloter 35 itu mengalami stroke. Nyawa Dadang tak tertolong meskipun telah menjalani penanganan medis secara intensif.

Kasi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Cianjur, Tavip Supriadi, mengatakan bahwa Dadang yang berasal dari Kampung Cimanggu RT 02/ RW 01 Desa Talagasari Kecamatan Kadupandak. Dadang dipastikan meninggal oleh pihak rumah sakit di Arab Saudi sekitar pukul 06.30 waktu Arab Saudi.

“Iya, jamaah atas nama Dadang Iskandar meninggal tadi pagi, sekitar pukul 06.30 waktu setempat atau 10.30 WIB.

Menurutnya, Dadang disalatkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Pemakaman Baqi. “Langsung di makamkan di sana,” ucapnya.

Tavip mengatakan, keluarga dari Dadang sudah diberitahu jika jamaah tersebut sudah meninggal. Pihaknya pun bakal mengupayakan pemberian asuransi bagi keluarga yang ditinggalkan, dengan nilai sesuai BPIH.

“Pasti ada santuan dari asuransi jamaah, nilainya sama dengan BPIH. Butuh proses, tapi akan disegerakan.”

Diberitakan sebelumnya, dua jamaah haji asal Cianjur harus dirawat intensif di rumah sakit Arab Saudi lantaran penyakitnya kambuh, Senin (14 Agustus 2017). Kondisi cuaca yang ekstrem dinilai menjadi faktor rawannya jamaah sakit saat menjalani rukun yang kelima tersebut.

Tavip mengatakan, dua jamaah yang sakit dan harus dirawat berada di kloter 35, yakni Dadan Iskandar (65 tahun) dan Wartikah (58 tahun) yang baru berangkat dari Cianjur, Senin (7 Agustus 2017) lalu. “Dadan Iskandar mengalami stroke dan Wartikah penyakit jantungnya kambuh,” papar Tavip.

Saat ini, Wartikah masih menjalani penanganan medis oleh rumah sakit setempat, diharapkan jamaah tersebut bisa sembuh dan menjalani ibadah haji dengan baik.

“Yang satu lagi (Dadan Iskandar, red) masih dirawat intensif.”

Tavip mengungkapkan, cuaca ekstrem yang sedang terjadi di Timur tengah membuat jamaah rentan mengidap penyakit dan kambuh penyakitnya. Jamaah pun diimbau untuk menjaga kesehatan selama menjalani ibadah haji.

“Yang terpenting itu minum, soalnya di sana suhu bisa mencapai 46 derajat celcius, sulit untuk beradaptasi. Semoga tidak ada jamaah yang sakit berkepanjangan dan bisa menjalani setiap rangkaian ibadah haji dengan baik,” katanya. (isl)

Comments

comments