Duit Rutilahu Disunat Kepala Desa

0
170

CIANJUR, patas.id – Sejumlah warga Desa Sirnajaya Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur mendatangi Polres Cianjur, Selasa (8 Agustus 2017). Mereka datang untuk mendorong penyelidikan adanya dugaan penyelewengan bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Bantuan rutilahu bagi warga kurang mampu yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Desa Sirnajaya diduga disunat pemerintah desa setempat. Pasalnya, penggunaan anggaran tersebut dinilai tidak transparan dan salah sasaran.

Lukman bin Ipunk (47 tahun), salah seorang warga, mengatakan bahwa pemerintah desa diduga melakukan penggelapan anggaran rutilahu dari Pemprov. Sebab, anggaran yang semestinya satu kepala keluarga Rp 10 juta, justru dipotong hingga 65 persennya.

“Penerima manfaat hanya menerima uang sebesar Rp 3 juta dan 4 kaleng cat tembok serta kayu yang jika dihitung jumlahnya tidak sanpai Rp 500 ribu, namun warga pernah disuruh menandatangani sebuah surat pernyataan oleh kepala dusun yang isinya harus mengaku bahwa saya telah menerima dengan nominal uang sebesar RP 10 juta.”

Menurutnya, dana sebesar itu tidak cukup untuk merenovasi rumah, apalagi yang sudah parah. “Paling untuk menutup beberapa bagian yang rusak,” katanya.

Lukman mengaku sudah melaporkan korupsi rutilahu tersebut kepada pihak Polres Cianjur. Apalagi, dana yang digelontorkan cukup besar yakni Rp 200 juta. Informasi dan bukti potongan rutilahu didapat dari warga lainnya yang mengadu.

“Namun hingga saat ini belum ada proses lanjut dari pihak kepolisian.”

Kepala Dusun 3 Desa Sirnajaya, Hasan, mengaku bahwa dirinya beserta Kepala Dusun lainya telah memberikan sebuah formulir kepada warga pemanfaat untuk ditandatangani yang isinya bahwa program rutilahu telah diterima oleh penerima pemanfaat sebesar Rp 10 juta.

“Kami hanya menjalankan tugas dari Kepala Desa, Pak,” katanya. (isl)

Comments

comments