Sundawani dan Mahasiswa Anggap Rehabilitasi Narkoba Sebagai Permainan

0
152

CIANJUR, patas.id – Ratusan anggota ormas Sundawangi dan mahasiswa gelar aksi ke Kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (7 Agustus 2017) pagi. Mereka mendorong agar para pengedar dan penyalahguna narkoba diberikan sanksi berat, bukan sekedar rehabilitasi.

Spanduk dan karton bertuliskan berantas serta perangi narkoba dibawa oleh massa yang mayoritas mengenakan iket kepala dan pakaian khas Sunda. Dukungan untuk pemberantasan narkoba di Kota Santri pun terus bergema.

Koordinator Aksi, Soni Farham, mengatakan, aksi tersebut ‎merupakan dukungan untuk BNNK Cianjur serta pihak kepolisian terkait pemberantasan narkoba. Pasalnya, regulasi rehabilitasi kerap dimanfaatkan oknum yang mengerti hukum.

“Kami menyoroti urusan rehab, sebab hal ini jadi permainan. Mereka yang menyalahgunakan secara berkelanjutan malah terus direhab, bahkan sebatas ke dokter. Jadi seperti rehab jalan.”

Menurutnya Soni, rehabilitasi harus sesuai dengan ketentuan dan standar BNN. Apalagi dengan semakin banyak oknum. “Sanksi rehab cabut, apalagi kalau di lapangan malah dijadikan celah,” ucapnya bersemangat.

Soni mengemukakan, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara tegas. Bahkan jika ada anggota di ormasnya yang positif menggunakan narkoba, ‎sanksi tegasnya berupa pencabutan KTA dan diberhentikan. Selain itu, akan diserahkan untuk diproses hukum.

“Makanya, kepada anggota Sundawani pun akan saya sanksi tegas kalau ada, yang di luar pun harus diberi ketegasan yang sama oleh aparat. Kalau perlu, kami juga bantu aparat untuk bertindak.”

‎Di samping itu, lanjutnya, perlu adanya sosialisasi yang intens agar generasi muda Cianjur terhindar dari Narkoba. “Harus gencar sosialisasinya, kalau perlu ada kurikulumnya. Sudah sangat berbahaya peredaran narkoba ini,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments