Angka Orang dengan Gangguan Jiwa Masih Tinggi

0
228

CIANJUR, patas.id – Sekitar 1.300 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) melakukan konsultasi ke RSUD Cianjur serta psikiater setiap bulannya. Angka itu dinilai baru sebagian kecil yang mengidap kejiwaan, sebab banyak ODGJ dan ODMK di Cianjur yang tidak berobat lantaran masalah ekonomi yang lemah.

Ketua Komunitas Sehat Jiwa (KSJ), Roy Anindityo, mengungkapkan, dari data yang dimiliki, setiap hari ada 80 orang yang datang ke psikiater di RSUD Cianjur dan praktek dokter kejiwaan.

“Angkanya segitu untuk yang biasanya berobat, itu campur antara ODGJ dan ODMK. Kalau yang datang untuk mengambil obat di beberapa apotek, sekitar 100 orang per hari,” ujar dia, Rabu (2 Agustus 2017).

Menurutnya, jumlah itu menurun dari beberapa tahun lalu dimana angkanya bisa mencapai 200 sampai 150 orang per hari. “Jumlah tertinggi itu ketika sedang gencar sosialisasi pengobatan ODGJ dan ODMK,” kata dia.

Selain itu, menurunnya jumlah yang konsultasi juga dikarenakan pasien tidak rutin berobat, baik karena kesadaran yang kembali menurun serta perekonomian yang melemah.

“Jadi bukan berarti angka yang konsultasi turun karena penderita ODGJ dan ODMK menurun, tapi karena tidak berkelanjutan. Di lapangan, jumlah pengidap masalah kejiwaan baik yang ringan ataupun berat terus bertambah.”

Roy menambahkan, di Cianjur masih banyak ODGJ yang dipasung, rata-rata dalam satu desa terdapat 12 ODGJ yang dipasung. Padahal pemerintah sudah melarang adanya pemasungan.

“Ini terjadi karena masih banyak yang beranggapan ODGJ harus dipasung, apalagi yang meresahkan. Padahal mereka juga berhak bebas, solusinya dengan memberi obat. Tapi selain obat kimia, lingkungan yang mau menerima keberadaan ODGJ juga akan mempercepat proses penyembuhan,” ucap dia.

Menurutnya, peran pemerintah khususnya di dinas-dinas terkait dinilai masih minim. Bahkan peran serta mereka masih belum terlihat. Akibatnya penanganan ODGJ di Cianjur masih terbatas.

“Di puskesmas itu ada tenaga kesehatan jiwa, tapi karena tidak bekerja maksimal, banyak ODGJ yang dibiarkan. Bahkan saling lempar tanggung jawab antar-dinas, harusnya kan bersama-sama mencari solusi bukan saling lempar. kalau terus begitu, Cianjur akan semakin banyak ODGJ dan ODMK,” tandasnya. (isl)

Comments

comments