244 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan Haji

0
207

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 244 personel gabungan bakal disiagakan saat pemberangkatan jamaah haji Kloter 1 dan 2, Kamis (27 Juli 2017). Para petugas keaman tersebut bakal mengantisipasi tindak kriminal saat pemberangkatan dan mengatur lalu lintas yang diperkirakan mengalami kepadatan.

Kabagops Polres Cianjur, Kompol Warsito, mengatakan, personel gabungan itu terdiri dari 104 anggota Polres dan 140 anggota TNI, Dishub, serta Satpol PP.

“Hari ini kami melakukan koordinasi antara Kantor Kemenag Cianjur dengan seluruh pihak keamanan untuk rekayasa lalu lintas dan pencegahan tindak kriminal saat pelaksanaan pemberangkatan,” kata dia saat ditemui di Halaman Kantor Kemenag Cianjur, Rabu (26 Juli 2017).

Menurutnya, saat pemberangkatan haji masalah yang rawan terjadi ialah kemacetan lalu lintas, sebab jamaah kerap membawa rombongan pengantar sampai lebih dari mobil. Hal itu membuat arus lalu lintas jadi padat.

Oleh karena itu, lanjut dia, para pengantar jamaah haji diarahkan untuk tidak memarkirkan kendaraannya di sepanjang Jalan Raya Bandung, namun dialihkan ke Jalan Aria Wiratanu Datar.

“Semua dipusatkan di sana, termasuk bus yang berangkat. Tapi kalau masih padat, kemungkinan ada rekayasa lalu lintas yang sifatnya situasional.”

Selain urusan lalu lintas, Warsito juga mengingatkan pada para jamaah untuk berhati-hati ketika ada orang yang mengaku sebagai sanak keluarganya, sebab dikhawatirkan ada pelaku tindak kriminal yang memanfaatkan situasi.

“Ada kemungkinan pelaku tindak kriminal yang mengaku keluarga dan mengambil barang berharga milik jamaah. Makanya kami tempatkan petugas juga di setiap bus dan lingkungan Kemenag untuk antisipasi hal tersebut.”

Sementara itu, Kasi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kemenag Cianjur, Tavip Supriadi, mengatakan, pihaknya akan membatasi orang yang bisa masuk ke kawasan Kantor Kemenag. Hanya jamaah yang nantinya bisa masuk ke area steril, kecuali jamaah yang sudah tua dan sakit akan diperbolehkan ditemani salah seorang keluarganya.

“Yang mendampingi jamaah jompo juga dibatasi sampai gerbang kedua, selebihnya dilarang. Kami antisipasi ada tindak kriminal saat pemberangkatan haji,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments