Krisis Air di Desa Cikahuripan Gekbrong

0
281

CIANJUR, patas.id -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur melakukan koordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti Cianjur untuk mengatasi persoalan pasokan air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menyebutkan salah satu wilayah yang sudah krisis air bersih adalah Desa Cikahuripan Kecamatan Gekbrong. Laporan dari warga dan Pemerintah Desa (Pemdes) pun telah ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti Cianjur.

Asep menyebutkan, pihaknya juga masih melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui penyebab pasti hilangnya sumber air bersih di wilayah tersebut.

“Untuk persoalan air bersih kami telah berkoordinasi dengan Perumdam. Mereka telah mengirimkan bantuan mobil Tanki air ke wilayah tersebut.”

Selain Cikahuripan, dikatakan Asep, ada beberapa wilayah di Kabupaten Cianjur yang rawan kekeringan. Diantaranya, Gekbrong, Sukaluyu, Haurwangi, Cibeber, Cikalongkulon, dan Mande.

“Kami telah mengantisipasi dengan menyiagakan personil siaga bencana yang ada di setiap desa. Sehingga setiap ada kejadian bencana dapat langsung direspon dengan cepat.”

Sementara itu Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan bahwa untuk menghadapi kemarau, Perumdam telah menyiapkan truk air untuk dikirim ke setiap wilayah yang kesulitan air bersih.

“Kami sudah siapkan truknya, kami juga menunggu komunikasi dari instansi lain terkait permintaan air bersih ke daerah rawan kekeringan. Warga juga bisa mengajukan permintaan. Kami akan maksimalkan pendistribusian truk air ke daerah yang rawan kekeringan.”

Di tempat terpisah, Kepala Desa Cikahuripan, Irwan Kustiawan, mengatakan kekeringan dan krisis air mulai terjadi di wilayahnya sejak beberapa hari terakhir. Menurutnya, mengatakan ada sekitar 300 kepala keluarga di Desa Cikahuripan yang saat ini sulit mendapatkan air bersih.

Untuk mengatasi hal itu, pihaknya selain telah menganggarkan dari APBdes juga telah mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Gekbrong untuk ikut berpartisipasi menangani masalah ini. Dari enam perusahaan, baru dua perusahaan yang siap membantu.

“Sebenarnya permasalahannya cukup rumit. Bukan hanya soal sumber airnya saja tapi juga sarananya. Jadi masalah ini harus bersama-sama peduli, bagaimana mengkonsumsi air secara bijak, tidak mencemari air, tanah, untuk itu perlu dilakukan penanganan air bersih dan sanitasi,” katanya‎. (isl)

Comments

comments