Oalaaah, Garam Mulai Hilang dari Pasaran

0
184

CIANJUR, patas.id – Ketersediaan garam di Cianjur saat ini mulai menipis. Bahkan untuk beberapa produk yang biasa ada di pasaran sudah tidak tersedia, sehingga hanya ada produk biasa dengan kualitas kurang baik namun harga yang‎ naik.

Ujang Nurdin (39 tahun) mengungkapkan, stok garam di Cianjur mulai berkurang sejak 20 hari terakhir. Bahkan saat ini, beberapa merek yang biasa dibeli sudah hilang dari pasaran.

“Seperti Cap Jempol dan Ibu Jari sudah tidak ada. Termasuk garam yang dipak dalam bentuk kotak atau garam gandu juga tidak ada,” ujar dia saat ditemui di lapaknya di Pasar Muka, Senin (24 Juli 2017).

Menurutnya, meskipun masih ada di pasaran, garam-garam yang terkenal harganya melonjak dibandingkan biasanya. Jika semula harga garam berkisar Rp 700 sampai Rp 1.000 per pak, kini harganya melonjak jadi Rp 1.500 sampai Rp 2.000 per pak.

“Naiknya dua kali lipat. Yang kualitasnya‎ rendah juga Rp 1.500, yang Cap Jempol Rp 2.000 per pak tapi sudah jarang di pasar.”

‎Senada, Herdiansyah (24 tahun) pedagang lainnya, mengaku sulit mendapatkan stok garam. Bahkan pekan lalu, dia tidak menjual garam selama tiga hari lantaran tidak ada stok.

Dia menambahkan, saat ini stok yang tersisa hanya cukup untuk tiga hari ke depan. Jika tidak ada stok tambahan, dia tidak akan lagi menjual hingga stok kembali ada.

“Sekarang memang susah, yang ada juga kualitas dan isinya kurang. Biasanya isi 200 gram, jadi 140 gram per pak. Harganya naik juga, bahkan di warung sampai Rp 3.000 per pak. Stoknya juga sedikit lagi, kalau tidak ada tambahan ya tidak jualan lagi,” ucapnya. (isl)

Comments

comments