Banyak Truk Melintas, Jembatan Perbatasan Ambles

0
267

CIANJUR, patas.id – Warga Desa Jati Kecamatan Bojongpicung mendesak Pemerintah Kabupaten Cianjur segera memperbaiki jembatan yang berbatasan dengan Desa Jatisari. Pasalnya, jembatan yang putus membuat warga harus memutar dengan jarak dan waktu tempuh yang lebih dibandingkan jalur utama.

‎Seperti yang diketahui jembatan tersebut sebagian ambles akibat truk besar yang selalu melintas. Bahkan warga sempat mengganti bagian jembatan dengan batang pohon kelapa, namun kembali amblas pada Minggu (23 Juli 2017) dini hari, lantaran dilintasi truk pengangkut air.

Iis Sofiah (48 tahun) warga Kampung Manglid RT 04/RW 04 Desa Jati, menuturkan, jembatan tersebut pertama kali amblas selebar 2 meter pada tiga bulan lalu, ketika truk yang membawa backhoe melintas.

“Setelah itu kembali amblas tadi pagi. Sampai sekarang memang belum diperbaiki,” kata dia.

BACA: Truk Pengangkut Air Jatuh ke Sungai di Bojongpicung

Menurutnya, pemilik backhoe yang merupakan salah seorang pengusaha besar di Bojongpicung sempat akan bertanggung jawab dan membangun jembatan, namun tidak kunjung dilakukan.

Bahkan, pemerintah pun sudah beberapa kali berjanji untuk membangun jembatan yang merupakan akses utama dari Ciranjang dan Bojongpicung menuju Desa Sukarama atau Kecamatan Cibeber.

“Kalau yang pengusaha itu katanya tidak boleh membangun, soalnya jalan kabupaten. Tapi dari pemerintah juga tidak dibangun terus, hanya beberapa kali ngukur jalan, sampai sekarang belum ada ngebangun. Makanya warga seadanya memperbaiki pakai kelapa, daripada tidak bisa dilalui.”

Sulaeman (60 tahun) warga lainnya, mendesak pemerintah segera membangun jembatan tersebut. Pasalnya, jembatan yang amblas membuat kendaraan tidak bisa melintas, termasuk angkutan umum.

“Kalaupun harus melintas, mesti hati-hati takut‎ terperosok. Saya harap segera dibangun. Apalagi kan ini jalan utama, siswa yang mau berangkat sekolah juga melintas ke sini. Kalau muter harus satu jam lebih, jalannya juga jelek,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi belum menjawab setelah dihubungi beberapa kali. (isl)

Comments

comments