Strategi PC-NU Cianjur Hadapi Penyebaran Gay di Cianjur

0
193

CIANJUR, patas.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC-NU) Kabupaten Cianjur bakal berupaya keras mengantisipasi penyebaran gay di Kota Santri. Tausiah mengenai gay menurut agama pun akan digencarkan.

Tokoh ulama sekaligus Ketua PC NU Kabupaten Cianjur, Khoerul Anam, menuturkan bahwa penyebaran gay di Cianjur disebabkan banyak faktor, dan peran semua pihak pun penting untuk mengantisipasinya.

“Memang karena satu visi ini belum terbangun seutuhnya, penyebaran semakin banyak. Bahkan berdasarkan informasi, terakhir sudah ribuan gay di Cianjur,” ujarnya.

BACA: Tiap Bulan, Satu Gay Rekrut 5-6 Gay Baru di Cianjur

BACA: Jumlah Lesbian di Cianjur Diperkirakan Sekitar 1.000 orang

Menurutnya, para ulama juga masih kurang dalam menjelaskan hukum berperilaku seks menyimpang. Selama ini, baru urusan korupsi dan perilaku tercela pada umumnya yang sering disampaikan dalam dakwah. Padahal ada bahaya besar yang sedang mengancam.

“Dan ini yang akan kami soroti sekarang. Melalui bidang dakwah, para ulama NU akan gencar mengajak umat untuk menghindari perilaku seks menyimpang.”

Apalagi, lanjut Anam, Allah SWT sudah menciptakan makhluknya secara berpasangan. “Kalau melakukan dengan sesama, sudah melanggar kodrat untuk berpasang-pasangan. Seperti malam dengan siang, laki-laki dengan perempuan, dan lainnya,” ucap dia.

‎Selain itu, dalam sebuah hadis dijelaskan ada tiga golongan yang bahkan syahadatnya pun tidak akan diterima, yakni laki-laki seks laki-laki (gay), perempuan seks dengan perempuan, dan pemimpin yang khianat.

“Sudah jelas sangat tidak dibenarkan perilaku seks menyimpang. Jangankan shalat, sedekah, atau amalan yang lain, syahadatnya pun tidak akan diterima. Bahkan kaum Nabi Luth yang melakukan perilaku buruk tersebut diberi azab oleh Allah SWT.”

Anam menambahkan, saat ini di Indonesia belum ada rehabilitasi khusus untuk pelaku seks menyimpang. Meskipun hak hidupnya harus dijaga, tapi perilaku seks menyimpang harus diubah supaya tidak menular pada orang lain.

“Jaga hak hidupnya, tapi ubah perilakunya. Seks menyimpang itu penyakit, yakni penyakit pada kejiwaanya. Bentuk rehabilitasi khusus seperti halnya pengidap narkoba, supaya mereka bisa sembuh,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments