Pertumbuhan Gay Cianjur Dipicu oleh Faktor Ekonomi

0
258

CIANJUR, patas.id – Faktor ekonomi ternyata menjadi salah satu penyebab utama bertambahnya gay atau LSL di Kota Santri. Dengan bayaran puluhan ribu sampai jutaan rupiah, para remaja laki-laki rela jual diri pada pria dewasa demi gaya hidup konsumtif.

BACA: Tiap Bulan, Satu Gay Rekrut 5-6 Gay Baru di Cianjur

Udin (bukan nama sebenarnya), pimpinan dari salah satu komunitas LSL di Cianjur, menjelaskan bahwa hampir 40 persen gay di Cianjur masuk dalam lingkungan seks menyimpang lantaran dorongan ekonomi. Mereka menjajakan seks kepada para pria dewasa.

“Sekarang sudah seperti wanita penjaja seks (WPS), para gay juga ada yang jual diri di Cianjur. Pembelinya banyak dari luar kota, bahkan dari dalam daerah.”

Tarif yang dikenakan untuk hubungan seksual antar sesama tersebut bervariatif, tergantung dari siapa dan dimana mereka melakukan hubungan. Jika antar pelaku di bawah umur dengan faktor suka dengan suka, uang puluhan ribu rupiah pun bisa berakhir lewat seks. Namun jika di tempat khusus, untuk pelayanan selama tiga jam, para gay penjual diri bisa meraup sampai Rp 2 juta.

“Yang di tempat khusus memang menguntungkan, sementara yang biasa-biasa untuk kenikmatan, ada yang hanya dibayar dengan Rp 20 ribu untuk sekali berhubungan. Jadi tergantung beberapa hal juga.”

Udin menambahkan, uang yang didapat dari jual diri kepada sesama gay itu biasanya dibelikan barang-barang mewah, seperti telepon genggam keluaran terbaru supaya bisa mengikuti perkembangan teknologi dan pamer pada temannya.

“Jadi banyak juga yang karena terdorong ingi beli handphone, mereka diajak temannya untuk jual diri. Sudah seperti perempuan menjual diri saja. Tapi biasanya kalau sudah punya penghasilan, mereka yang jual diri juga kadang jadi pembeli pada orang yang mereka sukai,” tuturnya. (isl)

Comments

comments