Ditolak Bikin Yayasan, Teroris Ancam Bom Kantor Desa

0
184
CIANJUR, patas.id – Kepala Desa Rancagoong Kecamatan Cilaku, Dede Ridwan, mengaku teroris Asep Ahmad Bentara sempat melakukan tindakan teror dengan melempar bom molotov dan bakal meledakkan Kantor Desa.
Ancaman itu berawal ketika sekitar 4 bulan sempat mendatangi Kantor Desa untuk mengajukan pendirian yayasan. “Kami langsung tolak karena kelengkapan dan izin warga sekitar tidak ada,” katanya.
Mendapat penolakan untuk mendirikan yayasan tersebut, beberapa orang suruhan kembali mendatangi desa namun tetap ditolak.
“Karena beberapa kali ditolak saya sempat mendengar kantor desa akan dibom jika tak mengabulkan.”
Tiga hari berselang setelah ancaman, rumah orangtua Kades Rancagoong dibom molotov. Namun pihaknya saat itu hanya menduga-duga dan tidak menuduh. Pihak Desa hanya merasa waswas mendapat ancaman.
“Memang sering ada ancaman, tapi kami tidak begitu tanggapi sebab tidak mengira kalau dia pelaku dan koordinator dari JAD.”
Sehari-hari, lanjut dia, Abu Umar yang ditangkap oleh Tim Densus 88 kemarin, dikenal tertutup di kalangan masyarakat Puncak Suji.‎ “Sepengetahuan saya ia dikenal tertutup,” ujarnya.
‎Seperti diberitakan sebelumnya, pelaku ditangkap pada Selasa (11 Juli 2017) sekitar pukul 09.00-15.00 WIB di Kampung Bobojong RT 01/03, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin Kabupaten Sukabumi. (isl)

Comments

comments