Begini Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Cidaun

0
245

CIANJUR, patas.com – Satreskrim Polres Cianjur menggelar reka ulang adegan pembunuhan sadis yang terjadi di Cidaun Cianjur pada Juni lalu. Pelaku yang berinisial W (23 tahun) pun terancam hukuman lebih berat karena telah merencanakan pembunuhan sebelumnya.

KBO Reskrim Polres Cianjur, Iptu Nasution, mengatakan bahwa dalam reka ulang kejadian pembunuhan di Kampung Cidarengdeng Desa Cibuluh Kecamatan Cidaun tersebut, pelaku memperagakan 43 adegan pembunuhan.

BACA: Sadis! Satu Keluarga Dibunuh di Cidaun!

Berdasarkan rekonstruksi, W nampak tak segan dalam melakukan aksinya meskipun korban U (60 tahun) dan K (55 tahun) telah lanjut usia. Tak hanya itu, W juga melakukan aksi brutal kepada A (30 tahun) yang dimutilasi setelah korban mendapatkan tindak penganiayaan sebelumnya.

”Dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada 8 Juni 2017 itu, pelaku memang merencanakan aksinya kepada 3 orang anggota keluarga tersebut. Pelaku meyakini ketiga korban merupakan dukun santet sehingga ia menghabisinya,” ujar Nasution, Selasa (11 Juli 2017).

Pelaku yang masih merupakan tetangga korban itu merasa disantet oleh para korban. Oleh karena itu, W pun akhirnya membalaskan dendamnya dengan menghabisi nyawa ketiganya hanya dalam jangka waktu 1 jam.

Di lokasi rekonstruksi, sekitar jembatan merah Cugenang, Nasution mengungkaplan bahwa setelah dilakukan penyidikan, W terbukti tidak menderita gangguan jiwa. Ia melakukan aksi pembunuhan tersebut dalam keadaan sadar dan sepenuhnya berniat untuk membalaskan dendam.

”Dia melakukan aksi tersebut seorang diri, tidak ada bantuan maupun paksaan dari pihak manapun. Karena pada dasarnya dendam pribadi, dan pelaku merasa dirugikan dengan ilmu hitam yang menurutnya dikuasai para korban.”

Dari seluruh adegan yang diperankan langsung oleh W dan sejumlah polisi, pembunuhan tersebut berlangsung cepat. Pelaku  tidak terlihat ragu dan tidak memperdulikan kondisi sekitar. Seluruh aksi brutalnya itu pun terungkap di hadapan anggota kepolisian, kejaksaan, dan masyarakat yang memenuhi lokasi.

Rekonstruksi tersebut digelar sejak pukul 10.00 Wib sampai 12.00 WIB dengan adegan terakhir, yakni saat W memutilasi A yang sebelumnya di seret sejauh 500 meter dari rumahnya. Pelaku kemudian membawa A ke pinggiran sungai dan membuang potongan tubuhnya di sekitar aliran sungai.

Menurut Nasution, ada dugaan korban A saat itu melakukan perlawanan dalam kondisi terluka akibat penganiayaan bersamaan dengan orangtua korban. Pasalnya, salah satu potongan tubuh A ditemukan di sejumlah lokasi berbeda, yakni pematang sawah dan pinggiran sungai.

”Keseluruhan potongan tubuh korban yang dibuang, akhirnya ditemukan sehari setelah kejadian. Potongan tubuh itu, ditemukan di sekitar sungai yang berjarak 500 meter dari rumah para korban.”

Polisi pun telah menyita sejumlah senjata tajam, karung, tali tambang, pakaian pelaku, dan beberapa potongan tubuh korban yang terbagi menjadi 3 sampai 4 bagian seusai kejadian.

Sebelumnya, W dikenakan Pasal 340 dan 338 dengan hukuman di atas lima 5 tahun penjara. Namun pasca rekonstruksi, Nasution mengatakan saat ini W dijerat Pasal 340 dengan ancaman penjara seumur hidup. (isl)

 

Comments

comments