Pembelaan Dirut RSUD Cianjur Soal Sidak Minggu Lalu

0
258

CIANJUR, patas.id – Direktur Utama RSUD Sayang Kabupaten Cianjur, Ratu Tri Yulia, menolak adanya temuan Wakil Bupati Cianjur terkait dokter penyakit dalam yang tidak ada di ruang layanannya pada sidak yang dilakukan Wabup, Senin (3 Juli 2017) lalu.

Menurut Ratu, para dokter tersebut tidak terlambat atau tidak datang karena masih melayani pasien di tempat prakteknya, melainkan masih berada di dalam ruangan rawat inap untuk memeriksa pasien. Padatnya pasien membuat pemeriksaan di rawat inap lebih lama.

BACA: Wabup Kecam Kinerja Dokter dan Pelayanan RSUD Cianjur

“Dilihat dari tingkat daruratnya kan yang disegerakan yang dirawat inap dibandingkan rawat jalan. Makanya dituntaskan dulu, baru ke layanan rawat jalan,” ujar Ratu Membela diri.

Namun, Ratu berjanji akan melakukan pola pelayanan berbeda di masa mendatang, dimana ketika ada antrean di Poliklinik dan Layanan Rawat Jalan, para dokter bakal disegerakan kembali ke tempatnya.

“Setelah selesai, nanti ke rawat inap lagi untuk memeriksa pasien.”

Ratu juga menjelaskan bahwa adanya pembagian dan antrean‎ itu dikarenakan dokter spesialis dan dokter umum yang jumlahnya kurang. Bahkan RSUD Cianjur masih kekurangan 19 dokter spesialis.

Saat ini, jumlah dokter spesialis di RSUD Cianjur sebanyak 30 orang. Idealnya dengan kondisi yang ada dan rencana peningkatan akreditasi, jumlah dokter spesialis harus mencapai 49 orang.

“Jadi masih kurang 19 orang dokter spesialis, mau itu dokter anak, penyakit dalam, dan lainnya.”

 

Seentara itu Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan pelayanan di RSUD Cianjur memang perlu ditingkatkan, apalagi ada rencana RSUD CIanjur jadi Stroke Center. Tenaga medis pun perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan dan pelayanan tersebut.

“Kami harap di tahun depan ada penambahan dokter spesialis di RSUD Cianjur. Makanya pendaftaran juga harus dipercepat agar bisa mendahuui RSUD lain se-Indonesia,” tuturnya. (isl)

Comments

comments