H-3 Cianjur Mulai Dipadati Pemudik

0
234

CIANJUR, patas.id – Memasuk H-2 Idul Fitri 1438 Hijriyah, sejumlah jalur perlintasan mudik di Cianjur makin dipadati pemudik. Mulai pagi sampai malam, tiga ruas utama di Cianjur dipenuhi oleh pemudik yang mengendari sepeda motor ataupun mobil.

Terpantau sejak H-3 Idul Fitri Cianjur sudah dipadati pemudik, baik yang dari luar kota menuju Cianjur ataupun yang sebatas melintas dari kota asal ke kota tujuan. Bahkan beberapa kali terlihat rombongan pemudik yang berjumlah puluhan sepeda motor melintas.

Sekretaris Dinas Perhubungan, Rachmat Hartono, mengatakan, puncak arus mudik di Cianjur akan terjadi pada Jumat (23 Juni 2017). Peningkatan volume kendaraan akan terlihat signifikan dibandingkan biasanya.

“Perkiraan puncaknya hari ini, tapi besok (24 Juni 2017) juga masih padat,” katanya.

Menurut Rachmat, Dishub sudah menempatkan petugas di setiap perbatasan untuk menghitung kendaraan yang melintas ke Cianjur. “Jadi nanti dihitung berapa volume kendaraan yang masuk untuk mengantisipasi kemacetan parah saat mudik,” katanya.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakarsa, mengatakan, para pemudik, khusunya yang mengendarai sepeda motor ditekankan mematuhi semua aturan lalu lintas, agar terhindar dari resiko kecelakaan lalu lintas.

“Jangan membawa banyak barang bawaan dan tidak berboncengan lebih dari satu orang. Karena, akan mempengaruhi akselerasi motor serta tetap menggunakan helm ber-SNI.”

Selain itu, sambung Erik, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk menambah atau memperbaiki sejumlah sarana dan fasilitas penunjang, seperti marka jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU) disepanjang jalur mudik Cianjur.

Penerangan yang cukup saat malam hari dan penambahan rambu diharapkan mampu menekan angka kecelakaan selama pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran serta untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para pemudik.

“Untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pemudikkamijuga menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan serta tempat istrihat,” katanya.

Ahmad Ridwan (35), seorang pemudik yang menggunakan sepeda motor, mengatakan, dirinya lebih memilih mudik menggunakan sepeda motor. Sebab, mudik dengan menggunakan sepeda motor lebih irit biaya dibandingkan menggunakan angkutan umum.

“Perjalanan mudik juga dapat lebih santai dan irit, jika dibandingkan dengan menggunakan angkutan lebaran. Lama perjalanan pun dinilai lebih cepat, apalagi ketika tinggal dua hari menjelang Idul Fitri, kepadatan arus tidak begitu jadi hambatan.”

Menurutnya, untuk dapat terhindar dari cuaca panas saat di perjalanan mudik, dirinya lebih memilih waktu sore hari untuk melakukan perjalanan mudik.

“Biar di jalan tidak kepanasan, saya lebih memilih sore hari. cuaca siang hari sekarang sangat menyengat. Kasihan istri saya kalau diajak jalan siang,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments