Tim Gabungan Sita Puluhan Mie Samyang

0
420

CIANJUR, patas.id – Tim Gabungan Polres, Pemkab, dan Kodim 0608 Cianjur menyita puluhan mie instan asal Korea bermerek Samyang yang masih dijual bebas di toko modern di Kota Santri. Padahal sudah ditegaskan peredarannya harus ditarik dari pasaran lantaran mengandung fragmen babi.

Salah satu toko modern yang disidak oleh Wakil Bupati Cianjur, Kapolres, dan Dandim 0608 terletak di Jalan Siti Jenab. Di sana, ditemukan mie Samyang dalam kemasan cup dipajang bersama mie merek lain asal Korea.

Saat ditanyakan pada pimpinan di toko ritel itu, pihak ritel mengaku belum ada instruksi dari pusat untuk ditarik atau diamankan, meskipun dia sudah tahu jika belakangan ini sedang ramai larangan penjualan Samyang dan tiga merek lainnya.

Tidak mau mie tersebut tetap beredar, tim gabungan lalu menyita puluhan bungkus mie Samyang.

Kapolres Cianjur, A‎KBP Arif Budiman, mengatakan, terkait penemuan mie Samyang tersebut, pihaknya akan terus melakukan penindakan untuk menghentikan peredarannya di pasran.

“Anggota sudah diinstruksikan untuk mengamankan mie Samyang yang masih beredar.”

‎Dia mengimbau seluruh toko modern yang masih menjual mie Samyang untuk segera menarik dari rak dispay barang. Jika tidak, tindakan tegas akan kembali dilakukan.

“Nanti kami juga lihat regulasinya lebih jauh untuk menindak pemiliknya kalau masih membandel.”

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan bahwa pihaknya bakal mengeluarkan surat edaran menyusul adanya surat dari BPOM untuk menarik peredaran Samyang.

“Sebenarnya dari Aprindo sudah ada surat edaran, tapi ternyata ke daerah masih banyak yang belum tersampaikan. Daripada terus beredar, kami akan keluarkan surat sesegera mungkin.”

Dia mengungkapkan, kewenangan dan pengawasan harusnya berada di Provinsi, namun lantaran tak ada tindak lanjut maka kebijakan akan diambil oleh daerah, sebab banyak warga yang mempertanyakan masih beredarnya mie tersebut.

“Kalau di pasar tradisional kami sudah imbau dan periksa lebih dulu, sementara ritel kan sudah oleh asosiasinya, tapi karena tak ada tindak lanjut, kami ambil tindakan tegasnya,” ucap dia. (isl)

Comments

comments