Harga Toleransi Daging Ayam dan Sapi 35 Ribu dan 120 Ribu Per Kilogram

0
180

CIANJUR, patas.id – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur akhirnya menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk daging sapi dan daging ayam yang dinilai paling rawan mengalami lonjakan harga saat Idul Fitri.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan, mulai sepekan menjelang Idul Fitri, pihaknya sudah menetapkan harga eceran tertinggi untuk daging sapi dan ayam. Batas toleransi harga daging sapi Rp 120 ribu per kilogram dan daging ayam seharga Rp 35 per kilogram.

“Kalau sekarang masih normal, di angka Rp 110 ribu per kilogram dan ayam Rp 32 ribu per kilogram. Ketika H-1 Idul Fitri, pedagang tidak boleh menjual lebih dari batas toleransi.”

Himam mengungkapkan, pihaknya sempat mengalami kendala untuk menerapkan HET, terutama dari bandar dan perternak, baik sapi ataupun ayam. Mereka menilai naik turunnya harga pakan dan nilai tukar rupiah ke dollar Amerika membuat penetapan harga belum bisa dilakukan, apalagi menjelang hari besar umat Islam tersebut.

“Jadi mereka masih keberatan kalau ada penetapan harga. Setiap ada angka yang diajukan, selalu mereka merasa keberatan dengan alasan pakan dan nilai tukar mata uang.”

Dari peternak, lanjut dia, diajukan harga Rp 41 ribu sampai Rp 43 ribu per kilogram untuk sapi hidup. Adanya rentang harga tersebut dinilai Himam tidak sesuai dengan HET, sehingga harus ditetapkan satu angka.

“Sayangnya mereka mengungkapkan ada perbedaan harga untuk klasifikasi sapi tertentu jadi tidak bisa disamaratakan. begitu juga pada daging sapi.”

Selain itu, menurut Himam, para bandar dan peternak mengejar keuntungan besar saat Ramadan hingga Idul Fitri. Masuknya daging impor pun membuat para bandar sempat keberatan ada penetapan HET.

“Dengan banyaknya alasan itu menunjukan mereka tidak mau dikendalikan. Tapi kami sudah tetapkan harga dan harus dijalankan oleh seluruh pihak,” ujarnya tegas.

Himam menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar sidak harga untuk memastikan HET dijalankan atau tidak oleh pedagang. “Nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan langsung,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments