47 Miliar Uang THR untuk PNS Cianjur Cair, Honorer Gigit Jari

0
266

CIANJUR, patas.id – Gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur kini sudah dapat dicairkan. Namun, kabar baik bagi ASN ini berbanding terbalik dengan nasib para honorer yang entah dari mana akan mendapatkan tunjangan untuk menghadapi Lebaran tahun ini.

‎Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan, sejak Jumat (16 Juni 2017), para ASN sudah dapat mencairkan gaji ke-14, yang didasari keluarnya Peraturan Menteri Keuangan nomor 76/PMK.05/2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya dalam tahun anggaran 2017 kepada PNS, anggota TNI, anggota Polri, dan pejabat negara.

“Bersamaan dengan regulasi itu, keluar juga Peraturan Menteri Keuangan nomor 75/PMK.05/2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Penghasilan Ketiga Belas bagi pimpinan dan pegawai dan nonpegawai negeri sipil pada lembaga nonstruktural.”

Menurutnya, pemberian gaji ke-14 atau THR dilaksanakan lebih awal dibandingkan gaji ke-13, dimana THR dibayarkan mulai Jum’at, sementara gaji ke-13 sekitar Juli 2017.

“Kebetulan, Kamis (15‎ Juni 2017), PMK sudah masuk dan segera dilakukan pendataan serta perhitungan. Jadi sejak Jumat sudah bisa dicairkan oleh masing-masing OPD.”

‎Komarudin menjelaskan, jumlah PNS di setiap Dinas mencamapai 13.130 orang. Dengan jumlah tersebut, anggaran yang dikeluarkan untuk gajih keempat belas mencapai Rp 47,358 miliar dan untuk gajih ke-13 sebanyak Rp 56,987 miliar.

“Gaji ke-14 memang nilainya lebih kecil dibandingkan gaji ke-13, sebab yang ke-14 hanya gaji pokok, sementara yang ke-13 dengan tunjangan perhitungannya,” ujarnya. Selain itu, pemberian gajih ke-13 dan ke-14 tersebut sebatas untuk PNS, sebab dalam aturan belum dimasukan terkait pemberian hal serupa pada tenaga honorer.

“Untuk honorer tidak ada anggaran dan tidak dianggarkan, sebab tidak ada dalam regulasinya. Kalau sembarangan menganggarkan tanpa ada dasar hukum kan salah juga.”

Ketua umum Forum honorer kategori 2 pendidikan Cianjur, Magfur, mengatakan,‎ tunjangan hari raya bagi guru honorer memang tidak pernah dianggarkan atau dibuat kebijakan untuk mengeluarkannya dari pemerintah pusat, provinsi, maupun di tingkat kabupaten/kota, terutama bagi pegawai honorer guru.

“Tidak pernah ada, sampai sekarang. Padahal kinerja dan tugasnya sama berat.”

Menurutnya, jumlah honorer di Cianjur hampir sama dengan total ASN, khusus untuk guru ada sedikitnya 9.122 tenaga guru honorer di Kabupaten Cianjur, 3.165 guru di antaranya merupakan honorer Kategori 2.

Setiap tahun, terutama menghadapi Lebaran, para guru honorer hanya mendapatkan tunjangan dari sekolah dimana mereka mengajar, nilainya pun sangat kecil, dan masih jauh dari cukup.

“Biasanya ada tunjangan dari sekolah itu sebesar Rp 200 ribu untuk Hari Raya. Memang nilai segitu untuk menghadapi Lebaran masih belum cukup. Tapi kami berharap ke depan bisa dibuatkan kebijakan supaya kami mendapatkan hak yang sama juga sesuai dengan kerja keras kami,” katanya. (isl)

Comments

comments