Kemendikbud Diharap Kaji Ulang Kebijakan Full Day School

0
144
Arm Wrestling - Take Up the Challenge

CIANJUR, patas.id – ‎Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Cianjur mengharapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengkaji ulang kebijakan full day school dengan 8 jam belajar dan 5 hari sekolah. Dikhawatirkan kebijakan tersebut juga dikaitkan dalam konflik antarkelompok.

Ketua FKDT Kabupaten Cianjur, Muhammad Toha, mengatakan bahwa kebijakan yang kini sudah ditetapkan jadi Pemendikbud bakal memicu isu sensitif, terutama konflik antarkelompok.

“Ini kan seolah-olah dua kelompok atau organisasi besar Islam dibenturkan oleh kebijakan. Akan ada hal yang nantinya diarahkan ke sana.”

Menurutnya, pemenuhan aktivitas di sekolah pun bakal mengenyampingkan pendidikan agama. Padahal dalam Pancasila pun yang diutamakan dan menjadi sila pertama ialah Ketuhanan yang Maha Esa.

“Jadi sepertinya pendidikan agama atau hal yang bersangkutan dengan agama, khususnya Islam ini dimarjinalkan. Khawatir nanti ada yang menyulut sumbu dan membuat konflik yang besar.”

‎Oleh karena itu, Toha mengharapkan Kemendikbud mengkaji lagi dan tidak begitu saja menggelontorkan kebijakan tanpa penyesuaian di lapangan. “Jangan menunggu konfliknya membesar,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments