PNS Sukabumi Diduga Korupsi Ratusan Juta

0
208

SUKABUMI, patas.id – Tim penyidik Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat, menciduk HR, mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Sukabumi. HR yang saat ini masih aktif sebagai PNS di lingkungan Pemkot Sukabumi itu diduga terlibat dugaan korupsi penyalahgunaan dana operasional BPBD tahun anggaran 2013 senilai Rp 264.290.890,-

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rustam Mansyur kepada wartawan saat menggelar ekspose rilis perkara di Mako Polres Sukabumi Kota, Selasa (6 Juni 2017), mengungkapkan bahwa korupsi dilakukan dengan memotong uang pencarian dana.

“Modus yang digunakan HR yakni memotong setiap pencarian dana kegiatan sebesar 15%.”

Sejak Maret 2017, HR sudah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Namun saat itu HR belum ditahan dengan alasan bersikap kooperatif saat diwajibkan lapor. Namun pada 17 Mei 2017, polisi akhirnya menahan HR. Ia dijemput paksa polisi di rumahnya sesuai standar prosedur.

“Tersangka menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.”

Dugaan penyalahgunaan dana operasional itu bermula pada 2013 lalu. Berdasar hasil penyelidikan Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Sukabmi Kota, HR diduga memotong anggaran sebesar 15% setiap kali pencairan dana. Bahkan HR meminta fee atau bayaran dari kegiatan pengadaan barang dan jasa bekerja sama dengan pihak ketiga atau SPJ langsung.

HR menyiasatinya dengan membuat berbagai dokumen fiktif untuk keperluan pemeriksaan sehingga mengakibatkan terjadinya temuan saat pemeriksaan oleh Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. “Tersangka juga meminjam dana kas BPBD tapi tidak mengembalikannya,” tambah Rustam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, HR terancam dijerat pasal 2 dan 3 UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU RI Nmor 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancamannya hukuman pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Sedangkan ancaman hukuman pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun. “Sekarang tersangka kami tahan,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments