Harga Eceran Tertinggi Daging Sapi dan Ayam Masih Belum Ditetapkan

0
174
Chicken meat for sale at a market in Anhui province, China.

CIANJUR, patas.id – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur mengaku masih belum bisa melakukan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas di pasar yang dinilai kerap mengalami lonjakan saat menjelang Idul Fitri.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Cianjur, Himam Haris, mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan dan penyesuaian harga di pasaran sebelum melangkah ke penetapan HET, terutama untuk daging ayam dan daging sapi.

“Jadi masih dalam pendekatan dan pemeriksaan di lapangan, berapa harga dan kira-kira berapa angka yang pas untuk bisa ditetapkan jadi HET,” ujarnya.

Menurutnya, kendala penetapan HET tersebut datang dari bandar dan perternakan, baik sapi ataupun ayam. Mereka menilai naik turunnya harga pakan dan nilai tukar rupiah ke dolar Amerika membuat penetapan harga belum bisa dilakukan, apalagi menjelang hari besar umat Islam tersebut.

“Jadi mereka masih keberatan kalau ada penetapan harga, setiap yang diajukan selalu mereka merasa keberatan, dengan alasan pakan dan nilai tukar mata uang.”

Dari peternak, lanjut dia, diajukan harga Rp 41 ribu sampai Rp 43 ribu per kilogram untuk sapi hidup. Adanya rentang harga tersebut dinilai Himam tidak sesuai dengan HET, sehingga harus ditetapkan satu angka.

“Sayangnya mereka mengungkapkan ada perbedaan harga untuk klasifikasi sapi tertentu, jadi tidak bisa disamaratakan, begitu juga pada daging sapi.”

Selain itu, menurut Himam, para bandar dan peternak mengejar keuntungan besar saat Ramadan hingga Idul Fitri. Masuknya daging impor pun membuat para bandar belum mau ada penetapan HET. “Dengan banyaknya alasan, itu menunjukkan mereka tidak mau dikendalikan. Tapi kami akan tetap mengupayakan adanya penetapan harga,” kata dia.

Himam menambahkan, dalam dua pekan ke depan, penetapan akan tetap dilakukan mesti tanpa persetujuan dari bandar dan peternak, sebab masalah tidak akan selesai jika terus membicarakan ingin untung besar sementara pembeli terbebani.

“Target 2 pekan sebelum lebaran sudah keluarkan HET-nya kalau memang sudah untuk diambil titik tengah. Kami harap ke depan harga tetap normal, seperti saat ini, meskipun beberapa komoditas sayuran dan bumbu mulai merangkak naik,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments