Penghasilan Pengemis Musiman di Cianjur Setara Buruh Pabrik

0
241

CIANJUR, patas.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur mengupayakan menekan jumlah gelandangan, pengemis, anak jalanan, dan pekerja seks komersial (PSK) dengan melakukan kerja sama bersama Camat hingga Kepala Desa.

Kepala Dinsos Kabupaten‎ Cianjur, Sumitra, menjelaskan, penekanan jumlah gepeng dan anjal utamanya dilakukan saat Ramadan, sebab di momentum ini jumlahnya bisa meningkat, sehingga dikhawatirkan menjadi kebiasaan atau penyakit sosial.

“Sudah diketahui bersama bahwa saat Ramadan jumlah gelandangan, pengemis dan anak jalanan bertambah. Kalau dibiarkan, tentunya jadi masalah sosial, padahal mereka yang mengemis ada juga yang mampu namun mencari cara mudah mendapatkan uang,” kata dia.

Menurutnya, pengemis dan anjal musiman itu biasanya berada di pusat keramaian, seperti pasar, taman serta sekitar masjid agung. Dalam sehari, mereka bisa mendapatkan uang Rp 200 ribu lebih dari mengemis.

“Jadi kalau dihitung pendapatan buruh pabrik pun bisa kalah oleh pengemis,” kata dia.

Selain pengemis dan anjal, lanjut Sumitra, pihaknya juga tengah fokus untuk menekan jumlah PSK di Cianjur, terutama agar tidak melakukan aktivitasnya selama Ramadan. Pasalnya aktivitas mereka bisa mengganggu ketentraman dan kesucian bulan Ramadan.

“Kalau bisa jangan hanya Ramadan, ke depan tidak ada lagi PSK. Supaya nantinya Cianjur yang agamis bisa terwujud dengan sepenuhnya.”

Menurutnya, belum lama ini pihaknya juga telah mengamankan 12 PSK di wilayah Cipanas. Mereka tidak langsung dibawa untuk dibina di tempat rehabilitasi, melainkan dibina dulu oleh pemerintah tingkat kecamatan dan desa.

“Kalau masih melakukan aktivitasnya, maka kami akan bawa untuk dibina di tempat rehabilitasi. Itu sudah jadi komitmen dengan mereka (PSK yang terjaring),” katanya.

Sumitra menuturkan, pihaknya selalu melakukan razia dengan berkoordinasi bersama Satpol PP sebagai pelaksana penegakan perundang-undangan daerah. Namun kini upaya penekanan dilakukan melalui pembinaan dan sosialisasi. Pemerintah kecamatan dan desa pun dilibatkan supaya pembinaan lebih rutin.

“Kalau oleh tingkatan paling bawah, otomatis pembinaan bisa lebih maksimal. Kami harap ke depan Cianjur bisa sedikit gelandangan dan pengemisnya, aktivias seks komersial pun bisa hilang,” katanya.(isl)

Comments

comments