3 Dakwaan dalam Sidang Perdana Didin Cacing

0
241

CIANJUR, patas.id – Sidang perdana kasus cacing sondari terhadap Didin bin Idni (48 tahun) digelar di Pengadilan Negeri Cianjur dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (31 Mei 2017).

Didin yang kini menjadi tahanan kota tersebut diberi tiga dakwaan berdasarkan Undang-undang Nomor 41/1999 tentang Kehutanan oleh JPU dalam sidang tersebut.

Dakwaan pertama Didin telah memanen, menebang, dan mengambil sesuatu dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tanpa memiliki hak dan izin dari perjabat yang berwewenang‎ sesuai dengan Pasal 50 Ayat 3 poin e dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp 5 miliar.

Selain itu, ada dua dakwaan lainnya yang merupakan subsider dan alternatif, yakni mengangkut, membawa, dan mengeluarkan tumbuhan atau hewan liar yang tidak dilindungi undang-undang, serta ‎membawa alat-alat yang lazim digunakan untuk menebang, memotong, atau membelah pohon di dalam kawasan hutan tanpa izin pejabat yang berwenang.

“Untuk subsidernya ancaman pidana paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta‎, sementara untuk alternatif ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun,” ujar Ema Siti Huzaemah Ahmad, Jaksa Muda serta Jaksa Fungsional Kejari Cianjur yang juga JPU dalam kasus Didin, usai sidang.

Menurutnya, dakwaan-dakwaan tersebut akan dibuktikan dalam fakta persidangan. Keterangan saksi pun bakal jadi pertimbangan yang meringankan atau memberatkan bagi Didin.

“Kita lihat saja proses lebih lanjutnya di persidangan, fakta-fakta di persidangan bisa meringankan atau malah memberatkan.”

Kuasa Hukum Didin, Karnaen SH, mengungkapkan pihaknya akan mengajukan eksepsi terkait dakwaan yang dibacakan JPU pada agenda sidang perdana itu. Karnaen menyebutkan, dirinya menilai dakwaan yang dibacakan JPU tidak sesuai dengan apa yang dituduhkan kepada kliennya.

“Untuk sidang kedua nanti kami akan ajukan eksepsi, terkait dakwaan ini.”

Selain itu, sambung Karnaen, pihaknya juga telah mengajukan perpanjangan status tahanan kota bagi kliennya.

Anggota Majelis Hakim, Erlinawati SH, menuturkan agenda sidang perdana Didin berisi pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum. Dalam sidang itu, dijelaskan Erlinawati, pihak kuasa hukum terdakwa pun mengajukan eksepsi, permohonan salinan berita pemeriksaan perkara, dan perpanjangan status tahanan kota.

“Untuk sidang berikutnya akan digelar hari Kamis (8 Juni 2017) mendatang, dengan agenda pembacaan eksepsi dari pihak kuasa hukum terdakwa,” jelas kata dia. (isl)

Comments

comments