Pasangan Yati dan Pian Berumah di Atas Kandang Bebek

0
191

CIANJUR, patas.id – Ternyata tidak hanya Oom (90 tahun) yang tinggal di rumah yang kurang layak huni. Hal serupa juga dialami oleh Yati Mulyati (21 tahun) dan Pian Supiandi (28 tahun) yang masih satu kampung dengan Oom.

Meskipun rumahnya terbilang baru, tapi kondisi bangunan tersebut masih kurang layak untuk ditinggali. Bukan saja karena ukuran rumah yang hanya seluas 2,5×3 meter, tapi rumah dari bilik bambu dan atap asbes itu berada tepat di atas kandang bebek.

Bangunan yang kini dia tinggali itu memang baru dua bulan berdiri, tapi tempatnya sebelum membangun rumah bilik dari hasil meminjam uang itu sama parahnya, bahkan benar-benar dekat dengan kandang bebek milik kakaknya.

“Sebelumnya mah di tempat nyimpan kayu bakar di atas kandang bebek. Sekarang mah memang masih di dekat kandang bebek, tapi di sudutnya, tidak terlalu bau kotoran bebek,” kata dia Yati saat ditemui di rumahnya, Selasa (30 Mei 2017).

BACA: Oom Menderita Stroke di Rumah yang Hampir Roboh

Yati mengungkapkan, dia sudah tiga tahun tinggal di Kampung Babakan Cikukulu RT 01/08 Desa Nagrak Kecamatan Cianjur. Dua tahun lebih dia tinggal di kandang bebek, meskipun sekarang sudah bisa sedikit menghirup udara segar berada di lokasi pojokan kandang.

Selama tinggal di atas kandang bebek, berbagai penyakit dialami oleh anak perempuan mereka yang baru lima tahun, mulai dari batuk, flu, hingga sesak nafas.

“Anak sering sakit, mungkin tidak biasa dengan baunya. Memang buat saya juga bau, tapi tidak terlalu dirasakan. Soalnya memang tidak punya rumah lagi. Ini juga tanahnya punya kakak, numpang bikin rumah-rumahan kecil di sini.”

Menurutnya, penghasilan suami yang hanya dapat Rp 40 ribu per hari dari upah mencari kelapa baru cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Jika memaksakan untuk mengontrak, maka jatah untuk makan dan keperluan lainnya tidak akan tercukupi.

“Nunggu bantuan tidak datang, mending usaha dulu sendiri. Pastinya berharap juga diberi bantuan supaya bisa lebih baik,” kata dia.(isl)

Comments

comments