Gara-gara Meriam Pipa, Bocah 12 Tahun Alami Luka Bakar

0
257

CIANJUR, patas.id – M. Yusuf (12 tahun), bocah asal Kampung Citando RT 03/02 Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, mengalami luka bakar akibat letusan blasom (meriam pipa), Selasa (30 Mei 2017).

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, peristiwa itu terjadi saat korban bersama seorang temannya tengah bermain meriam pipa, Selasa pagi. Diduga meriam pipa yang dimainkan korban mengalami kebocoran sehingga ledakannya mengenai sebagian tubuh korban.

Aep Jai (35 tahun), paman korban, menyebutkan bahwa kejadian yang menimpa keponakannya itu membuat keluarga besarnya panik. Pasalnya, sambung Aep, selama ini korban tidak tinggal bersama orangtuanya karena sedang bekerja di luar negeri.

“Saya tak tahu persis kejadiannya, tahu-tahu keponakan saya sudah dibawa ke sini (RSUD Cianjur, red), karena saya juga lagi berada di Bogor,” paparnya pada wartawan saat ditemui di IGD RSUD Cianjur, Selasa (30 Mei 2017).

Namun, sambung Aep, dari pengakuan keponakannya itu, korban mengalami luka bakar, karena ledakan meriam pipa yang dimainkan dengan teman-temannya.

“Luka bakarnya pada kedua tangan dan bagian perutnya. Kulitnya pada melepuh.”

Meriam pipa atau disebut juga petasan bazooka adalah mainan yang bentuknya mirip dengan senjata bazooka dan suara yang dikeluarkannya pun sangat keras. Mainan yang berbahaya ini tergolong mudah dan murah dibuat, cukup bermodal pipa paralon sepanjang 1 meter dengan diameter 10 cm , bekas kaleng susu, serta botol bekas minuman ringan. Meriam pipa memakai bahan bakar spiritus dan disulut memaki korek api cetit atau paneker.

Sementara itu, Humas RSUD Cianjur, Raya Shandy mengiyakan adanya korban luka bakar akibat ledakan meriam pipa. “Korban masuk IGD, sekira pukul 11.00 WIB. Korban mengalami luka pada bagian tubuhnya, dan kini sedang mendapatkan perawatan dari tim medis,” jelas dia. (isl)

Comments

comments