Siswa SMP dan SMA Jadi Target Kaum Gay

0
63

CIANJUR, patas.id -‎ Pengidap kelainan seksual Laki-laki Suka Laki-laki (LSL) atau gay di Cianjur terus bertambah. Bahkan belakangan diketahui, usia SMP dan SMA/SMK menjadi target para LSL Cianjur‎ untuk memuaskan nafsu seksnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Gerakan Penanggulangan Narkoba dan Aids (GPNA) Cianjur mencatat, sejak tahun 2014 hingga akhir 2015, ada 3.283 orang LSL di Cianjur. Bahkan dalam setiap bulannya tiga bulan pihaknya menemukan 300 LSL baru dan mayoritasnya masih di umur sekolah.

‎Sementara itu, berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, jumlah LSL di Kabupaten Cianjur sesuai data yang di miliki KPA Kabupaten Cianjur mencapai 1030 orang yang terdiri dari berbagai kalangan.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (22 Mei 2017), Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur, Hilman, mengatakan bahwa‎ data yang masuk itu merupakan LSL yang sudah mau membuka jadi dirinya, namun masih banyak yang masih menutup diri.

“Yang kami khawatirkan ini LSL yang menutup diri. Mereka tak bisa diterawasi atau terbina, sehingga kemungkinan penularannya lebih tinggi.”

Menurutnya, penyebaran perilaku seks menyimpang tidak hanya di wilayah perkotaan, namun sudah sampai ke wilayah Cianjur selatan. Hal itu semakin mengkhawatirkan pihaknya. Bahkan, target pemuas seks para LSL tidak lagi pada orang dewasa, melainkan laki-laki berumur 25 tahun ke bawah. Kebanyakan merupakan umur SMP serta SMA/SMK.

“Jadi yang ditargetkan itu usia muda. Ketika mereka sudah berhubungan dengan pengidap seks menyimpang, kemungkinan besar dalam waktu tertentu juga jadi pelaku seks menyimpang. Jumlahnya akan terus meningkat.”

Hilman menambahkan, perilaku seks menyimpang juga meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS di Cianjur. KPA mencatat jumlah penderita HIV/AIDS di Cianjur hingga mencapai 42 orang di 2017 ini. Sebanyak 60 persennya merupakan LSL.

“Dalam kurun waktu Januari hingga Maret, jumlah penderita sudah mencapai 42 orang. Kemungkinan dengan data yang baru nanti setelah diakumulasikan bakal meningkat lagi, bakal lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” paparnya. (isl)