151 Kepala Sekolah Disumpah Kekal di Neraka Jika…

0
283

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 151 kepala SMP se-Kabupaten Cianjur mengikuti pelantikan di Pendopo Cianjur, Selasa (23 Mei 2017) sore. Setelah dilantik, mereka akan diberi waktu untuk memilih guru yang akan bekerja bersama di sekolah yang menjadi tempat mereka mengabdi sekarang ini.

Pelantikan dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB tepatnya usai melaksanakan salat Ashar berjamaah di teras belakang Pendopo Cianjur.

Sebelumnya, para kepala sekolah ini menjalani seleksi tulis dan wawancara. Dari sekitar 170 peserta, merekalah yang berhasil lolos dan dilantik. Pengumuman hasil pun terlebih dulu dilakukan dua pekan lalu oleh Bupati Cianjur. Saat pengumuman, mereka juga sempat diambil sumpahnya untuk masuk neraka dan kekal di dalamnya jika melakukan permainan atau kecurangan, seperti menyogok atau menjadi titipan oleh pejabat.

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, menuturkan bahwa para kepala sekolah tersebut dibagi dalam sembilan rayon. Khusus rayon sembilan, merupakan pejabat yang baru pertama kali menjabat sebagai kepala sekolah.

“Jadi ada sembilan rayon, delapan yang sudah dijadikan sebagai dasar oleh MKKS SMP, satu rayon jadi promosi. Guru yang pertama kali jadi Kepsek ditempatkan di rayon yang lokasinya di daerah terpencil.”

Menurutnya, ‎kebijakan itu dilakukan untuk memberikan pengalaman dan menguji kemampuan para kepala sekolah baru tersebut untuk meningkatkan prestasi sekolah di wilayah terpencil supaya bisa bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan.

“Jika mereka mampu meraih prestasi, ada reward yang diberikan. Sebaliknya, jika tidak meraih prestasi ada sanksi berupa digantikan oleh daftar tunggu yang sebelumnya tidak lolos.”

Usai dilantik, lanjut Irvan, para kepala sekolah tersebut bakal diarahkan untuk memilih sendiri guru yang jadi rekan mereka untuk meraih prestasi di tempat yang baru. Setiap sekolah, diberi ketetapan untuk memilih empat guru PNS. Setelah dibagi rata, guru yang tidak terpilih akan ditempatkan bertugas di sekolah yang jumlah siswanya lebih banyak.

“Jadi ini juga upaya pemerataan sekolah. Setelah dilantik mereka harus langsung memilih guru yang akan jadi rekan mereka untuk meraih prestasi.”

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, menuturkan bahwa sejak dilantik, para kepala sekolah tersebut sudah harus bertugas secara efektif di sekolah yang baru. Sambil menyesuaikan diri, mereka harus memilih guru yang akan bekerja di tempat mereka bertugas. “Jadi sudah langsung efekif,” paparnya.

Cecep menambahkan, perombakan kepala sekolah dan guru sengaja dilaksanakan di saat pelaksanaan ujian dan masa akhir penyelenggaraan pendidikan tahun ajaran 2016-2017 agar tidak akan memberi dampak terganggunya penilaian dan akhir penyelenggaraan pendidikan.

“Tidak akan mengganggu, untuk nilai kan sudah ada. Tapi yang menandatangan‎ nilai para siswa beda orang, jadi tidak masalah. Kami harap dengan dilantiknya kepala sekolah ini bisa mendongkrak kualitas pendidikan di Cianjur,” katanya. (isl)

Comments

comments