Takut Terjaring Razia, 4 Perempuan Ngumpet di Sawah

0
245

CIANJUR, patas.id – Empat perempuan yang bersembunyi di sawah diamankan tim gabungan Polres, TNI, dan Satpol PP Kabupaten Cianjur‎ dalam Operasi Pekat di salah satu warung remang-remang di Jalur Lingkar Timur.

Penangkapan di sawah yang siap panen itu dilakukan setelah adanya pemeriksaan di warung remang-remang di sekitar lokasi. Petugas pada awalnya hanya memeriksa warung dan mendapati sejumlah pengemudi truk tengah beristirahat.

Namun ketika memeriksa bagian belakang warung, ditemukan pasangan yang sedang bemesraan di pinggir sawah. Tidak hanya pasangan itu, beberapa perempuan juga didapati berada di area tersebut, bahkan beberapa di antaranya berusaha bersembungi di balik tumbuhan padi, tetapi berhasil diamankan oleh petugas.

Tidak sampai di situ, operasi juga berlanjut ke wilayah Karangtengah. Petugas mendapati adanya komunitas sepeda motor yang masih berkumpul melebihi tengah malam. Setelah diperiksa, didapati seorang pemilik sepeda motor tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraannya.

Petugas juga sempat mendatangi warung yang sedang ramai dikunjungi. Di sana tampak pengunjung sedang minum tuak. Meskipun pemilik warung berdalih tuak merupakan minuman tradisional, tapi efek yang juga memabukan membuat petugas tetap menyita tuak dan membawa pemilik warung untuk dimintai keterangan.

Operasi berlanjut ke salah satu hotel melati di Karangtengah. Di tempat itu petugas mendapati ada pasangan mesum yang tengah bercinta. Beberapa di antaranya sudah ditinggal oleh pasangannya.

Kabagops Polres Cianjur, Kompol Warsito, mengatakan, kegiatan operasi pekat bersama Satpol PP dan TNI merupakan upaya menekan perilaku negatif menjelang Ramadan.

“Tentunya ini dilakukan menghadapi bulan Suci Ramadhan, supaya warga tentram, damai, dan tidak ada gangguan‎, apalagi dengan aktivitas negatif, sepersi seks, miras, dan lainnya.”

Menurutnya, dari pemeriksaan ke sejumlah tempat, seperti warung remang-remang, depot jamu, hotel melati, dan tempat lainnya yang diduga menjual miras dan jadi lokasi prostitusi, ada beberapa orang yang diamankan.

“Total ada 17 perempuan dengan pasangannya. Mereka akan didata dan selanjutnya diberikan ke dinas Sosial untuk diberi pembinaan.”

Warsito menambahkan, menjelang dan saat bulan Ramadhan, operasi tersebut akan lebih rutin dilaksanakan. Dirinya juga mengimbau agar pemilik depot jamut tidak menjual miras, tempat hiburan tidak beroperasi, serta tidak kegiatan lainnya yang mengganggu berjalannya ibadah‎ puasa.

“Semua pihak harus saling menghargai. Makanya kami juga akan terus melakukan operasi untuk tetap menjaga keamanan dan menyamanan saat ramadan nanti,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments