Balai Besar TNGGP dan Kementerian KLH Mangkir dalam Sidang

0
198

CIANJUR, patas.id – Balai Besar TNGGP dan Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mangkir dalam sidang kedua pra peradilan terkait kasus Didin (48 tahun), tersangka penangkap cacing di Pengadilan Negeri (PN) Cianjur, Senin (22 Mei 2017) siang.

Untuk kedua kalinya, pihak TNGGP dan Gakkum KLHK selaku termohon tidak memenuhi persidangan yang baru dimulai pada pukul 14.00 WIB.

Tampak hanya pihak pemohon yang disaksikan oleh sejumlah warga Cipanas yang mendukung Didin di ruang sidang ‎Tirta. Sidang yang dipimpin Hakim Bayuardi itu pun hanya berlangsung sekitar 10 menit dan terpaksa kembali ditunda.

‎Kuasa Hukum Didin dari Yayasan Surya Kadaka Indonesia (SKI) selaku pihak pemohon, Karnaen, menyayangkan sikap dari TNGGP dan Gakkum KLKH yang dua kali mangkir dari sidang praperadilan. Menurut mereka, pihak termohon tidak memiliki itikad baik dalam menghadapi pra peradilan ini.

“Kita sangat mengharapkan mereka mau hadir, sebagai bentuk ketaatan terhadap institusi pengadilan. Tapi ternyata tidak ada itikad baik dari mereka untuk hadir.”

Dia juga mengatakan bahwa ketidakhadiran termohon untuk yang kedua kalinya ini mempertegas dan memperjelas siapa pihak yang salah dalam kasus Didin yang ditangkap dan diancam pidana penjara 10 tahun hanya karena mengambil cacing.

“Sangat disayangkan mereka tidak hadir, mungkin takut.”

Karnaen menduga, mangkirnya kedua pihak tersebut disengaja agar praperadilan gugur dan kasus Didin tetap naik ke pengadilan. Meski begitu, pihaknya akan terus berjuang menghadapi pihak termohon, baik di sidang pra peradilan maupun di persidangan nanti.

“Saat ini sudah P21 atau berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Pak Didin juga penahanannya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Kami sedang mengupayakan agar ada penangguhan penahanan atau setidaknya tahanan kota,” ujarnya.

BACA: Penangguhan Penahanan Bikin Ela Harap-harap Cemas

Rencananya sidang praperadilan akan kembali digelar pada 17 Juni 2017. Informasi yang dihimpun, surat pemanggilan dan pemberitahuan sudah dikirimkan ke balai besar KLHK di Surabaya, namun hingga kini belum ada jawaban. (isl)

Comments

comments