Wow, Panen Paprika Organik Gekbrong Ditampung Restoran Jakarta

0
264

CIANJUR, patas.id – Petani di Kampung Tabrig Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong akhirnya bisa memanen paprika yang merupakan hasil binaan Aqua Group, Selasa (16 Mei 2017). Paprika yang merupakan praktek pertanian sehat ramah lingkungan untuk perlindungan sumber daya air di Kecamatan Gekbrong tersebut ditanam secara organik .

Hasil panen pertanian sehat yang mulanya digarap bersama kelompok tani Gede Lestari itu pun diklaim sudah memiliki pasar di restoran cepat saji dari Jakarta.

Pola pertanian sehat mulai digandrungi petani di beberapa kecamatan di Cianjur, seperti Kecamatan Warungkondang, Cilaku dan Cibeber. Untuk meningkatkan hasil pertanian dan taraf ekonomi petani, Aqua sebagai perusahaan air minun terbesar di Indonesia, secara berkala melakukan pembinaan dan kerjasama dengan petani sebagai mitra.

Ketua Kelompok Tani Gede Lestari, Uden Suherlan, mengatakan bahwa sejak menjadi mitra Aqua Group, petani di wilayah tersebut tidak lagi mengunakan pupuk kimia sebagai obat untuk tanaman paprika dan komoditi lainnya yan mereka tanam. Anggota kelompok diarahkan menanam sayuran tanpa mengunakan pupuk atau obat kimia, atau biasa dikenal dengan tanaman organik.

“Tidak hanya memberikan program pertanian yang dapat menguntungkan petani, namun mitra kelompok tani menyediakan pasar langsung tanpa harus mencari. Salah satu contoh panen paprika perdana ini, telah diborong salah satu restoran siap saji berskala internasional yang berpusat di Jakarta.”

Uden menjelaskan, selama ini sebagian besar warga hidup dari hasil pertanian, namun ketika panen tiba, petani tidak dapat merasakan keuntungan yang cukup karena hasil panen di jual pada tengkulak atau pengepul yang datang dengan harga yang sudak ditentukan dengan dalih harga pasar.

“Ini keuntungan yang menjadi daya tarik petani lain dari luar wilayah kami, tanaman sayur organik memiliki pasar yang jelas dan harga yang pastinya menguntungkan untuk petani karena langsung pada pembeli bukan melalui tengkulak atau pengepul.”

Aqua sebagai mitra kelompok tani mengarahkan mereka untuk tetap menjaga kelestarian alam agar lahan pertanian yang dikelola tidak menyebabkan bencana seperti tahun-tahun sebelumnya. “Setiap tahunnya, kelompok tani bersama warga melakukan penanaman pohon disekitar kawasan lindung dan konservasi,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Sustainable Development Manager AQUA Grup, Arief Fatullah, mengatakan dalam kemitraan dengan petani di wilayah tersebut, pihaknya melakukan pendekatan pertanian sehat , dimana petani didorong untuk menggunakan pestisida alami dan mengelola kotoran ternak menjadi pupuk organik dengan cara composting.

Pengunaan pupuk alami tersebut, mengurangi resiko pencemaran pestisida di tanah dan E-coli di sumber air. Termasuk paprika yang ditanam dengan menggunakan pendekatan konsep pertanian sehat yaitu mengurangi pemakaian pestisida hingga 75 persen.

“Pertanian dilakukan dengan memodifikasi teknis untuk pengairannya dengan model panen air hujan. Kami mengembangkan Program Ecofarming karena berdasarkan studi dari Unpad Bandung, kampung Tabrik teridentifikasi memiliki resiko tinggi terkontaminasi pestisida dan e coli yang disebabkan penggunaan pupuk kandang tanpa komposting.”

Menurutnya paprika yang ditanam di enam green house di lahan seluas 1,2 hektar, memiliki nilai jual yang cukup tinggi, dimana dari satu greenhouse rata-rata menghasilkan 2 ton paprika. Hasil panen tersebut, tambah dia, sudah ditampung restoran siap saji berskala internasional.

“Petani bakal terdorong untuk melakukan praktik pertanian sehat, kami memfasilitasi hasil sayuran mereka dibeli dengan harga yang tinggi. Kami bekerja sama dengan beberapa jaringan restaurant yang sudah berkomitmen untuk membeli produk sayuran sehat ini,” tutupnya. (isl)

Comments

comments