PC Ansor dan PMII Cianjur Beri Dukungan untuk Pembebasan Didin

0
178

CIANJUR, patas.id – PC Ansor dan PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur melayangkan surat kepada Polres dan Kejaksaan Cianjur agar membebaskan Didin (48 tahun) yang terancam hukuman penjara lantaran mencari cacing di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Surat pembebasan penahanan tersebut diserahkan oleh perwakilan dari PC Ansor dan PC PMII Kabupaten Cianjur, Sabtu (13 Mei 2017) siang.

Ketua PC Ansor Kabupaten Cianjur, Dedi Suherli, mengatakan bahwa Ansor dan PMII tergugah untuk memberikan dukungan dan advokasi pada Didin setelah melihat perkara yang ‎dinilai terlalu berlebihan.

“Saya rasa ini keterlaluan, hanya karena cacing, penjual jagung itu ditangkap dan diproses hukum‎. Menyimak kasusnya pun ada beberapa hal yang janggal dalam kasus ini.”

Didin biasanya mencari cacing hanya untuk obat, bukan untuk komersil atau diperjualbelikan. Bahkan ditangkapnya Didin bukan saat mengambil cacing melainkan ketika di rumah usai berjualan.

Jika penggalian cacing sondari dilarang, seharusnya pihak TNGGP dan Gakum KLH menyosialisasikannya. Penyelesaian melalui jalur kekeluargaan atau musyawarah pun sebaiknya ditempuh, bukan langsung dipidanakan atau dikriminalisasi.

“Mungkin banyak yang belum paham karena sosialisasi dari mereka yang kurang. Kan bisa dibina, diimbau, dan dimusyawarahkan dulu, bukan langsung dikriminalisasi.”

Dia mengungkapkan, banyak tindak pidana lain yang terjadi di kawasan tersebut dan skalanya lebih besar, tapi pihak TNGGP dan Gakum seolah-olah tutup mata. Namun kejadian kecil yang dilakukan warga malah langsung dipidanakan layaknya kasus besar.

“Kalau mau, usut kasus yang lebih besar. Ada banyak informasi terkait pengrusakan yang dilakukan oleh pihak tertentu, tapi kenapa seolah tutup mata? Sementara Didin langsung bisa diproses dengan cepat, kan jadi timbul pertanyaan.”

Dedi menegaskan, pihaknya siap mengadvokasi Didin jika pihak Gakum dan TNGGP tetap ngotot untuk mempidanakan warga tidak mampu tersebut. Aksi pun akan dilakukan apabila kasus ini terus berlanjut dan Didin tak kunjung dibebaskan. “Kami akan bantu advokasi, lebih jauh lagi akan aksi kalau kasus ini terus berlanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mengaku pihaknya hanya dititipi Didin oleh pihak Gakum KHL, pasalnya mereka tidak punya fasilitas rumah tahanan. “Kami hanya dititipi, penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh pihak Gakum,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments