Oplosan Lagi, Korban Bertambah Lagi

0
249

CIANJUR, patas.id – Minuman keras (miras) oplosan, lagi-lagi menelan korban jiwa. Kali ini, Dede Supriyandi (28 tahun) warga Gang Laksana RT 5/16 Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur meninggal dunia akibat minuman tersebut.

Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cianjur, Dendi Kurniadi, Sabtu (13 Mei 2017), menjelaskan, Dede merupakan orang kelima yang meninggal dunia akibat minuman keras selama empat hari terakhir. Sebelumnya, dua orang meninggal dunia R‎abu (10 Mei 2014), dan pada Kamis (11 Mei 2017) ternyata ada dua orang yang meninggal dunia lantaran kasus serupa.

“Pada awalnya yang masuk ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cianjur itu ada tiga, yakni Sugilar warga Karangtengah, Risman ‎asal Cikalongkulon, dan M Riki dari Sukaluyu. Tapi pada Kamis ada lagi korban bertambah, yakni Rizki Aryadi (35) dari Karangtengah juga, dan data terbaru, Dede yang meninggal dunia juga akibat miras oplosan.”

Menurutnya, Dede meninggal dunia Sabtu sekitar pukul 05.00 WIB. Meskipun sempat menjalani penanganan medis, korban tidak terselamatkan lantaran kondisinya sudah cukup parah. “Kepastian meninggal itu subuh, dari IGD langsung dibawa ke IPJ. Ini jadi korban meninggal dunia kelima di pekan ini,” katanya.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan dari IGD, Dede diketahui meninggal dunia akibat miras oplosan, tetapi kandungan pasti dari miras dan dampaknya ke bagian mana saja, pihak IPJ tidak bisa mengungkapkan, sebab harus melalui tahapan otopsi.

“Sayangnya pihak keluarga menolak, dengan alasan ingin segera dikuburkan. Padahal kalau diotopsi bisa lebih jelas penyebab miras oplosan ini menyerang apa saja dan apakah ada penyebab lain selain miras oplosan,” katanya.

BACA: Cianjur Darurat Miras Oplosan

BACA: Korban Miras Oplosan Bertambah

BACA: Miras Oplosan Telan Korban

Iwan Resmiadi, Ketua RW 16 Kelurahan Sawahgede, mengatakan, Dede memang sering menenggak miras oplosan bersama teman-temannya, namun dia tidak memperkirakan akhirnya sampai meninggal dunia.

Menurutnya, sebelum Dede, ada salah seorang warganya yang mengalami nasib serupa. Bahkan peristiwa keracunan miras oplosan yang terjadi sekitar 3 bulan lalu itu langsung membuat korbannya meninggal dunia sebelum sempat dibawa ke RSUD.

“Memang kadang lihat dia (Dede, red) minum miras sama temannya di pinggir jalan. Sebelum dibawa ke RSUD, sempat dirawat di rumah, karena kondisinya makin parah dirujuk ke rumah sakit, tapi pada akhirnya meninggal dunia karena miras oplosan ini.”

Menurutnya, dengan adanya kejadian tersebut, dia bakal melakukan antisipasi dan sosialisasi ke warganya agar tidak meminum miras, apalagi miras oplosan. “Dari awal juga sudah ada gerakan menekan peredaran miras di lingkungan kami, yang minum juga sudah jauh berkurang, hanya ada beberapa. Belinya juga katanya di wilayah lain, sebab yang di sekitar sini sudah kami tutup. Semoga ke depan tidak ada lagi korban miras oplosan,” katanya.(isl)

Comments

comments