Kematian Dede Masih Diselidiki

0
181

CIANJUR, patas.id – Kapolsek Cianjur, Kompol Iskandar, mengungkapkan, pihaknya masih mendalami kasus warga yang meninggal akibat miras oplosan. Langkah antisipasi bersama seluruh pihak pun diambil untuk menekan peredaran dan korban miras.

Menurut Iskandar, masih perlu ada keterangan tambahan dari para saksi mengenai kematian De‎de akibat miras oplosan. Tapi dia mendapatkan informasi bahwa lokasi pesta miras Dede dengan temannya berada di pertigaan Jalan Siliwangi dan Jalan Raya Sukabumi.

“Jadi kemungkinan ini didalaminya oleh Polsek Cilaku. Tapi kami juga akan bantu untuk pendalamannya. Kami juga belum bisa memastikan apakah memang meninggal dunia akibat miras atau ada faktor lain,” kata dia.

Meski begitu, lanjut dia, pihaknya bakal melakukan upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran miras di wilayah perkotaan, razia pun dilakukan agar penyebaran tidak terjadi.

“Beberapa hari lalu sudah dilakukan razia miras, ada beberapa barang bukti yang diamankan. Pemilik atau penjual pun kami sudah beri imbauan agar tidak lagi menjual minuman tersebut.”

Sementara itu, rencananya Polres Cianjur dan Satpol PP Kabupaten Cianjur bakal melakukan tindakan dalam menekan peredaran miras di Cianjur, terutama miras oplosan. Selain dikarenakan mendekati Ramadan, hal itu dilakukan guna mengantisipasi munculnya lagi korban jiwa oleh miras oplosan.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Benny Cahyadi, mengatakan, pihaknya beberapa hari terakhir melakukan operasi dan razia miras di sejumlah titik dan mengamankan drum berisi miras oplosan.

“Kami sudah menggelar kegiatan operasi miras menghadapi Ramadan, selain itu operasi ini juga menindaklanjuti adanya kasus pesta miras yang mengakibatkan sejumlah orang meninggal dunia. Setelah operasi, kami temukan beberapa barang bukti miras oplosan.”

Menurutnya, miras oplosan yang berhasil diamankan merupakan campuran dari bahan-bahan yang jika dikonsumsi dinilai berbahaya, di antaranya alkohol murni dan bahan lain yang dicampur dalam drum. “Pemiliknya juga kami bawa untuk dimintai keterangan terkait kasus yang masuk dalam tipiring (Tindak Pidana Ringan) ini,” kata dia.

BACA: Oplosan Lagi, Korban Bertambah Lagi

BACA: Cianjur Darurat Miras Oplosan

Benny menambahkan, saat Ramadan pihaknya akan lebih intens menggelar razia miras. Pemkab Cianjur pun bakal dilibatkan untuk merazia tempat yang diduga menjual miras, baik bermerek ataupun oplosan. “Ke depan, sepekan akan dua kali kami gelar razia,” katanya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan, pihaknya memang akan menggelar operasi, terutama menjelang Ramadan. “Pastinya ada agenda razia, apalagi karena ada kejadian kemarin dimana tiga orang meninggal dunia dan banyak yang dirawat,” katanya.

Namun Arif menambahkan, perlu ada regulasi yang lebih ketat bagi para penjual dan peminum miras. Pasalnya aturan yang sekarang hanya dinilai tipiring, padahal dampaknya sangat besar.

“Kami yang menindak pun jadi kesulitan, sebab hanya masuk tipiring. Sehingga mereka kembali berjualan dan banyak lagi yang meminum miras. Harus ada regulasi yang memberi efek jera bagi mereka,” kata dia.(isl)

Comments

comments