Pelajar SMP Tawuran Sore-Sore, Satu Korban Kena Bacok

0
333

CIANJUR, patas.id – ‎Diki Ardiansyah (16 tahun) menjadi korban dalam tawuran puluhan siswa SMP di Jalur Lingkar Timur (JLT) Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Selasa (9 Mei 2017) sore. Sayangnnya warga Desa Bunikasih Kecamatan tersebut merupakan korban salah sasaran dari para siswa yang baru saja selesai Ujian Nasional itu.

Korban saat itu dalam perjalanan dari Ciranjang menuju rumahnya ‎di Warungkondang. Tiba-tiba ketika melintas daerah Karangtengah, puluhan siswa SMP naik ke truk yang dijadikan korban sebagai tumpangannya untuk pulang.

Saat berada di trafficlight Karangtengah, puluhan siswa yang membawa senjata tajam tersebut turun, sementara Diki masih tetap berada di atas truk yang melanjutkan perjalanan. Namun, tidak jauh dari sana, ternyata sudah ada puluhan siswa SMP lain yang menunggu.

Para pelaajar belia itu lantas menghentikan truk yang ditumpangi Diki. Mereka menduga siswa SMP di atas truk itu musuhnya, kemudian naik ke atas truk dan langsung membacoknya. Korban menderita luka pada bagian lengan dan pinggul.

“Saya mau pulang, tiba-tiba diserang. Tidak banyak nanya, langsung bacok. Awalnya celurit yang besar itu berhasil ditangkis, tapi ada yang lainnya yang ikut membacok ke arah pinggul. Setelah itu saya tidak sadar (pingsan), tiba-tiba sudah ada di puskesmas.”

Diduga Diki menjadi korban salah‎ sasaran dari aksi tawuran puluhan pelajar SMP di jalur tersebut. Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB dimana mereka telah melaksanakan Ujian Nasional hari terakhir.

Pakaian yang dicorat-coret menggunakan cat semprot pun dikenakan mereka sebagai tanda sudah menyelesaikan ujian. Kemudian, beberapa siswa menjadwalkan agenda tawuran di jalur lingkar timur.

“Teman saya yang menjadwalkan tawuran sama MTs Gedong Asem,” ujar Rendi Afriansyah (14 tahun), salah seorang siswa SMPN 2 Cilaku yang diamankan anggota Polsek Karangtengah.

Dijelaskan Rendi, sebelum aksi tawuran, dia dan puluhan temannya berkumpul di trafficlight Karantengah. Namun tidak hanya sekolahnya, ada beberapa siswa dari sekolah lain yang ikut dalam tawuran pelajar tersebut.

“Banyakan, ada puluhan. Bukan cuma dari SMP Cilaku, tapi ada dari SMP lain sama MTs.”

Begitu bertemu di lokasi yang disepakati, mereka langsung melakukan aksi tawuran. Meskipun pada akhirnya malah ada korban luka dari pihak luar yang terlibat dan dibubarkan oleh warga.

“Saya mah ikut ke setopan mau ambil bet sekolah. Dibawa sama SMPN 2 Cilaku. Teman ada yang ikut juga, sekalian katanya mau diacarain tawuran sama sekolah itu,‎” ucap Arif Fauzi (14 tahun) siswa yang mengaku dari MTs Gedong Asem.

Sayangnya, pihak kepolisian hanya berhasil menangkap lima siswa yang terlibat tawuran, sementara puluhan lainnya kabur, termasuk pelaku yang membacok Diki. Tetapi petugas dari Polsek Karangtengah tengah mencari keberadaan pelaku dengan menanyakan informasi pada siswa yang ditangkap. Mereka rencananya akan dikembalikan kepada orangtuanya untuk dibina. Selain menangkap siswa, tiga buah gir yang sudah diikat tali pun diamankan sebagai barang bukti.(isl)

Comments

comments